Komentari Wasit PSG Vs Manchester United, Neymar Terancam Sanksi

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Manchester United, Marcus Rashford mencetak gol ke gawnag PSG melalui titik penalti dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Parc des Princes, Paris, 7 Maret 2019. REUTERS/Christian Hartmann

    Penyerang Manchester United, Marcus Rashford mencetak gol ke gawnag PSG melalui titik penalti dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Parc des Princes, Paris, 7 Maret 2019. REUTERS/Christian Hartmann

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyerang PSG, Neymar Jr, terancam mendapatkan sanksi setelah dirinya mengkritik kepemimpinan wasit Damir Skomina pada laga kontra Manchester United di Liga Champions Kamis kemarin. Badan Disiplin, Etika dan Kontrol UEFA disebutkan akan memutuskan hal itu pada 28 Maret mendatang.

    Media Spanyol Marca menyebutkan bahwa Neymar dianggap melanggar aturan disiplin pasal 11 karena mengkritik keputusan Skomina memberikan penalti kepada Manchester United di menit-menit akhir pertandingan. Hukumannya berupa larangan bermain di kompetisi di bawah naungan UEFA - Liga Champions dan Liga Europa - satu hingga tiga pertandingan.

    Neymar yang absen pada laga itu karena cedera mengkritik keputusan Skomina di akun media sosial instagramnya. Dia menilai keputusan itu memalukan karena rekannya Presnel Kimpembe dianggap tak sengaja menyentuh bola dengan tangan ketika menahan tendangan Diogo Dalot.

    "Itu memalukan," ujar Neymar di fitur insta story sambil menaruh foto kejadian tersebut.

    "Mereka bahkan menaruh empat orang yang tak mengerti sepak bola untuk mengawasi insiden melalui gerak lambat. Bagaimana bisa dia menggunakan tangannya saat menghadap ke belakang."

    PSG sendiri akhirnya tersingkir dari Liga Champions setelah Marcus Rashford mengeksekusi penalti itu dengan sempurna. Manchester United menang 3-1 dan memastikan lolos ke babak perempat final karena unggul dalam hal gol tandang.

    MARCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.