Pemainnya Disedot Timnas, BFC Yakin Bertahan di Piala Presiden

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Bhayangkara FC, Ilham Udin Armaiyn (kiri) mencoba melewati kiper Mitra Kukar, Gerri Mandagi pada pertandingan Grub B Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin 11 Maret 2019. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Bhayangkara FC dengan skor 2-1 atas Mitra Kukar, gol Bhayangkara dicetak oleh Anderson Aparecido Salles dan Herman Dzumaho sedangkan satu gol Mitra Kukar dicetak oleh Achmad Faris Ardiansyah. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pemain Bhayangkara FC, Ilham Udin Armaiyn (kiri) mencoba melewati kiper Mitra Kukar, Gerri Mandagi pada pertandingan Grub B Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin 11 Maret 2019. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Bhayangkara FC dengan skor 2-1 atas Mitra Kukar, gol Bhayangkara dicetak oleh Anderson Aparecido Salles dan Herman Dzumaho sedangkan satu gol Mitra Kukar dicetak oleh Achmad Faris Ardiansyah. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Nasib Bhayangkara FC di Piala Presiden 2019 bakal ditentukan pada laga terakhir kontra Bali United, Kamis, 14 Maret 2019. Meski tengah dilanda krisis pemain, The Guardian optimistis bisa melangkah lebih jauh.

    BFC bersua Serdadu Tridatu, julukan Bali United, pada partai terakhir penyisihan Grup B Piala Presiden 2019. Pertandingan diprediksi akan berlangsung sengit lantaran pemenangnya dipastikan melenggang ke babak delapan besar.

    Adapun yang kalah bersama para runner-up masih berkesempatan ke fase knock-out tergantung hasil tim lainnya. Lima juara grup (A sampai E) otomatis mengantongi tiket babak perempat final. Tiga tim sisa ditentukan berdasarkan klasemen akhir runner-up terbaik.

    Masalahnya, BFC sedang pincang karena delapan pemainnya dipanggil memperkuat timnas Indonesia. Bahkan, Nurhidayat Haji Haris sampai dipinjam satu hari saat BFC menghadapi Mitra Kukar. Saat itu, The Guardian krisis bek.

    Manajer BFC, Sumardji mengaku tengah harap-harap cemas. Tapi dia tetap yakin timnya memiliki kans besar untuk terus melangkah.

    "Jadi kondisi di Bhayangkara memang boleh dibilang krisis pemain. Tetapi krisis pemain bukan karena apa, memang karena kami berikan untuk memperkuat timnas. Bisa dilihat di sini, di sini kalau tidak salah ada delapan pemain," ujar Sumardji, yang juga manajer timnas Indonesia U-23.

    "Nah bagaimana peluang Bhayangkara FC tentu melihat kondisi pramusim khususnya Piala Presiden ini kami masih boleh dibilang masih punya peluanglah, di mana kekuatan kami juga artinya boleh dibilang walaupun banyak dipanggil ke timnas, tetapi kan juga masih adalah kekuataan yang bisa kami andalkan untuk bisa bersaing melawan tim-tim besar," katanya.

    "Saya kira peluang Bhayangkara untuk Piala Presiden ini masih memungkinkan untuk bisa melaju ke lebih tinggi lagi, lebih atas lagi," Sumardji menambahkan.

    BFC pun sudah tak bisa lagi meminjamkan pemainnya ke timnas. Juara Liga 1 Indonesia 2017 itu tetap berusaha tampil maksimal saat melawan Bali United. "Saya kira sudah tidak ada (pemain dilepas ke timnas). Ya sudah yang ada saja nanti kami maksimalkan. Intinya kami bisa bertahanlah," ia menambahkan.

    PSSI.ORG


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.