Era Comeback Liga Champions, Bagaimana Liverpool Dinihari Nanti?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Ini lagi musimnya comeback di Liga Champions. Ajax, Manchester United, dan baru saja dinihari tadi, Rabu, 13 Maret 2019, Juventus, melakukannya pada pertemuan kedua babak 16 besar di Juventus Arena. Ketiganya kalah pada pertemuan pertama dari Real Madrid, Paris Saint-Germain, dan Atletico Madrid, tapi kemudian membalikkan keadaan. Apakah Liverpool dinihari nanti di Allianz Arena mampu melakukannya?

    Liverpool memang tak kalah. Tapi, hasil tanpa gol di Anfield, cukup menyulitkan posisi mereka dalam laga tandang dinihari nanti, Allianz Arena, markas raksasa Bundesliga Jerman, Bayern Munich.

    Sudah dua wakil Bundesliga, yaitu Borussia Dortmund dan Schalke 04, dinihari tadi, dirontokkan wakil Inggris, Tottenham Hotspur dan Manchester City. Tinggal Bayern di Allianz Arena.

    Tim asuhan Niko Kovac itu bisa tampil habis-habisan di depan pendukungnya dinihari nanti untuk mempertahankan kehormatan klub Bundesliga. Atau, sebaliknya, beban mental yang berat menyebabkan permainan mereka tak berkembang melawan Liverpool.

    Dalam sejarah Liverpool, Si Merah ini punya riwayat yang legendaris, yaitu pada final Liga Champions 2004-2005 di Stadion Olimpiade Ataturk, Istanbul, melawan AC Milan. Steven Gerrard dan kawan-kawan sudah ketinggalan 0-3 dari Milan pada babak pertama.

    Tapi, Gerrard cs berhasil membalikkan keadaan untuk bermain imbang sampai babak perpanjangan waktu dan kemudian menang di adu penalti.

    Di atas semua rekor-rekor legendaris di Liga Champions, perjuangan Liverpool pada final di Istanbul 2005 itu, yang paling dramatis dan spektakuler. Itu comeback yang luar biasa.

    Tahun lalu, Liverpool sudah mencapai final lagi sebelum kalah secara tragis melawan Real Madrid, dengan aktor utamanya, Sergio “Penjagal” Ramos.

    Dinihari nanti, keliatan dan daya perjuangan Liverpool diuji lagi di kandang klub Jerman, yang dalam sejarahnya terkenal dengan staying power-nya, kekuatan daya tahan sampai detik terakhir pada pertandingan.  

    Mantan manajer Bayern Munich, Pep Guardiola, seusai membawa Manchester City menghantam Schalke 04 7-0 dinihari tadi, berpesan kepada anak-anak Bavarian itu untuk mengalahkan Liverpool.

    Tapi, jangan lupa di Liverpool ada Jurgen Klopp. Hanya Borussia Dortmund yang selama ini yang bisa lebih banyak merusak hegemoni Bayern Munich dalam Bundesliga dan salah satu arsiteknya adalah Klopp, asli Jerman.

    Klopp tentunya sudah sangat hapal atmosfir staying power sepak bola Jerman dan suasana menekan Allianz Arena. Tentang sejumlah pemain Liverpool yang cedera, lupakan. Bukankah Manchester United menggulung PSG dengan sejumlah pemain cadangan?  

    Susunan Pemain Terakhir

    Bayern Munich 6-0 Wolfsburg (9 Maret 2019): Neuer, Kimmich, Hummels, Boateng, Rafinha, Martinez, Thiago, James, Gnabry, Muller, Lewandowski.

    Liverpool 4-2 Burnley (10 Maret): Alisson, Alexander-Arnold, Matip, Van Dijk, Robertson, Fabinho, Wijnaldum, Lallana, Salah, Mane, Firmino.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPnBM Nol Persen, Cara Mudah Hitung Harga Mobil Baru Honda Brio

    Harga baru berlaku setelah penerapan PPnBM Nol Persen mulai Senin, 1 Maret 2021. Diskon terhadap PPnBM ini berlaku pula untuk Honda Brio.