Barcelona akan Defensif Dinihari Nanti, Fakta atau Rekaan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona, Lionel Messi terlibat adu mulut setelah wajahnya disikut oleh pemain Real Madrid, Sergio Ramos dalam laga lanjutan Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Ahad dinihari, 3 Maret 2019. Insiden tersebut berlanjut dengan adu mulut antara dua pemain itu hingga akhirnya dipisahkan oleh wasit. REUTERS

    Pemain Barcelona, Lionel Messi terlibat adu mulut setelah wajahnya disikut oleh pemain Real Madrid, Sergio Ramos dalam laga lanjutan Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Ahad dinihari, 3 Maret 2019. Insiden tersebut berlanjut dengan adu mulut antara dua pemain itu hingga akhirnya dipisahkan oleh wasit. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Barcelona disudutkan seorang wartawan, dengan pertanyaan yang mengesankan Barca akan menampilkan permainan sepak bola defensif. Hal ini terjadi pada konferensi pers Selasa lalu untuk menyambut pertandingan mereka melawan Olympique Lyonnais di Camp Nou, dinihari nanti, Kamis, 14 Maret 2018. Inilah laga kedua 16 besar Liga Champions.

    Pelatih Barca, Ernesto Valverde, menanggapinya dengan sarkastis. Ia bercanda timnya akan mundur ke belakang pada pertemuan kedua melawan Lyon, dinihari nanti, setelah bermain tanpa gol pada pertemuan pertama dan berharap menceyak gol dari serangan balik.

    “Saya benar-benar tidak mengerti pertanyaan itu, ketika anda bertanya tentang sebuah tim yang defensif, anda mengacu kepada Lyon atau kami?" jawab Valverde seperti dikutip Marca. “Kami? Ya, tentu saja, kami sangat defensif.”

    “Kami akan mencoba menutup toko kami dan tidak membiarkan mereka mencetak gol dan, jika kami beruntung, mencetak gol di kandang sendiri,” Valverde melanjutkan.

    Dalam sejarah dan tradisinya, Barcelona tidak pernah bermain bertahan sejak kedatangan mendiang pelatih Rinus Michels dan pemain Johan Cruyff dari Ajax Amsterdam pada periode 1970-an.

    Dua Belanda itu mengubah wajah Barca yang lekat dengan tradisi sepak bola macho pada era Spanyol itu, yang bertabur kekerasan, dengan sentuhan teknik dan kualitas. Sejak itu, Barcelona selalu tampil menyerang, meski tidak selalu bermain indah, termasuk pada era Ernesto Valverde ini.

    Tapi, dalam istilah klasik sepak bola ada kiasan bola itu bundar, tak ada hal yang bisa dipastikan. Jika bersikap pragmatis demi meraih tiket lolos ke perempat final Liga Champions, bisa saja Barcelona bermain dengan umpan-umpan panjang seperti pada era Luis Enrique, jika Lyon  menampilkan pertahanan model ala “pintu tertutup Jean Paul Satre”.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.