Spurs Siap Lepas Bek Tengah Alderweireld ke Manchester United

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toby Alderweireld berteriak usai pertandingan melawan Manchester City. Reuters / Eddie Keogh

    Toby Alderweireld berteriak usai pertandingan melawan Manchester City. Reuters / Eddie Keogh

    TEMPO.CO, Jakarta - Manchester United dikabarkan akan berusaha merekrut pemain bek asal Belgia,  Toby Alderweireld, dari Tottenham Hotspur pada musim panas 2019 mendatang.

    Alderweireld sudah lama dikaitkan dengan isu akan ditransfer ke Old Trafford, tapi United gagal meyakinkan Tottenham pada musim panas lalu.  

    Pemain Belgia ini diyakini merupakan salah satu bek tengah terbaik dalam Liga Primer Inggris tapi kerap cedera. Ia juga ikut mengantarkan Belgia memenangi perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2018 di Rusia melawan Inggris.

    Koran The Mirror mengklaim Tottenham akan menjual Alderweireld dalam dua pekan terakhir jendela transfer musim panas mendatang dengan harga 26 juta pound sterling atau sekitar Rp 491,70 miliar. Kontrak Alderweireld di Tottenham akan berakhir pada 2020 dan menolak kesepakatan baru dengan tim berjuluk Spurs ini.

    Manchester United menjadi tim favorit pilihan  Alderweireld untuk bergabung, meski ada ketertarikan dari Barcelona dan Juventus.

    Alderweireld sudah menjadi target buruan United sejak ditangani Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer dikabarkan siap mengusahakan perekrutan bek tengah tersebut pada akhir musim kompetisi 2019, Mei mendatang.  

    Ole Gunanr Solskjaer kemungkinan besar akan dipromosikan sebagai manajer tetap Manchester United dan siap melakukan belanja besar, termasuk menggaet bintang muda Borussia Dortmund asal Inggris, Jadon Sancho.

    METRO.CO.UK | SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.