Bergabung ke Timnas U-22, Egy Maulana Vikri Tetap Butuh Adaptasi

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Egy Maulana Vikri. Antara

    Egy Maulana Vikri. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyerang Timnas U-22, Egy Maulana Vikri, mengaku tetap membutuhkan adaptasi dengan rekan-rekannya meskipun sudah cukup mengenal mereka karena sama-sama jebolan Timnas U-19. Meskipun demikian dia mengaku hal itu tak menjadi masalah karena sudah cukup mengenal karakter Pelatih Indra Sjafri.

    "Ini baru latihan pertama, jadi harus cepat adaptasi seperti apa yang diinginkan oleh pelatih. Ya, tidak ada masalah sampai saat ini. Hanya lima menit pertama saja harus lakukan penyesuaian," ujarnya usai mengikuti latihan perdana bersama Timnas U-22 di Lapangan ABC Senayan, Kamis 14 Maret 2019.

    Egy baru bergabung bersama Timnas U-22 karena baru saja tiba dari Polandia. Pemain yang kini membela klub Lechia Gdansk tersebut mengaku sudah memiliki persiapan untuk membela Timnas U-22 di ajang kualifikasi Piala Asia U-23.

    "Di klub saya mendapatkan latihan tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan timnas. Yang bikin capek hanya lama naik pesawatnya aja," kata Egy sembari tersenyum.

    Dalam sesi latihan itu, Egy langsung berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya yang telah terasah di Eropa. Tak hanya performanya saja yang berubah, dia kini tampak memiliki warna kulit yang lebih cerah.

    "(Di sana) musim dingin. Gak ada matahari," kata Egy sambil tertawa saat ditanya soal penampilannya.

    Egy Maulana Vikri merupakan salah satu andalan pelatih Indra Sjafri. Meski bakal ada pencoretan pemain, peluangnya untuk bertahan cukup besar. Saat ini ada 30 pemain yang menjalani pemusatan latihan dan bakal diciutkan menjadi 23 pemain untuk dibawa ke kualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.