Lolos 8 Besar Piala Presiden, Persija Gembleng Tim Lebih Maksimal

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persija di Piala Presiden 2019 (pssi.org)

    Persija di Piala Presiden 2019 (pssi.org)

    TEMPO.CO,  Yogyakarta - Persija Jakarta berhasil menjadi juara Grup D Piala Presiden 2019 setelah mencukur tuan rumah PSS Sleman dengan skor 2-0 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat. 

    Persija pun dengan torehan ini makin optimis menapaki tangga demi tangga menuju gelar juara yang juga pernah juga diraih saat Piala Presiden 2018 lalu.

    Pelatih kepala Persija Ivan Kolev menuturkan usai laga melelahkan babak penyisihan Grup D Piala Presiden yang disela juga Piala AFC itu, ia akan menyusun kembali sejumlah rencana persiapan untuk timnya setelah jeda sejenak demi pemulihan.

    "Selanjutnya, setelah lolos 8 besar ini kami menunggu calon lawan dan persiapkan tim lebih baik," ujar Ivan usai laga lawan PSS.

    Ivan pun meminta anak asuhnya tidak cepat berpuas diri karena perjalanan Piala Presiden masih cukup jauh.

    "Yang jelas siapapun lawan kami berikutnya jelas punya kualitas karena melewati persaingan di fase grup," ujar Kolev.

    Persija pun bakal mempersiapkan dan mengevaluasi berbagai titik lemah selama tiga laga yang dijalani dengan hasil dua kemenangan saat lawan Borneo FC dan PSS Sleman, serta satu hasil seri saat lawan Madura United.

    "Kami evaluasi dan bersiap lebih baik," ujarnya.

    Pelatih kepala PSS Sleman Seto Nurdiyantoro menuturkan dari hasil evaluasi atas timnya, ia menilai tiga kali pertandingan sudah ada progres positif.

    "Hanya saja pemain masih sering mudah kehilangan bola. Finishing touch masih kurang. Malam ini lawan Persija kami sedikit tidak maksimal karena pemain Haris Tuharea absen. Kami akan mencari pemain yang sesuai kebutuhan. Winger, striker asing, dan gelandang," ujarnya.

    Seto menuturkan pasca babak penyisihan grup D usai, selanjutnya tim PSS akan diliburkan dan pekan depan baru akan ditentukan persiapan menghadapi kompetisi Liga 1.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.