Manchester United Kalah Lagi: Solskjaer Kritik Pemain, Goyah?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ole Gunnar Solskjaer menggantikan posisi Jose Mourinho karena dianggap gagal membawa Manchester United berada di posisi lima teratas Liga Primer Inggris. REUTERS/Scott Heppell

    Ole Gunnar Solskjaer menggantikan posisi Jose Mourinho karena dianggap gagal membawa Manchester United berada di posisi lima teratas Liga Primer Inggris. REUTERS/Scott Heppell

    TEMPO.CO, Jakarta - Ole Gunnar Solskjaer mengkritik permainan menyerang Manchester United setelah  Anthony Martial dan Jesse Lingard kesulitan menampilkan permainan maksimal ketika mereka dikalahkan tuan rumah Wolverhampton Wanderers 2-1 dinihari tadi, Sabtu, 16 Maret 2019, pada perempal final Piala Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).

    Hasil itu menjadi salah satu penampilan terburuk Manchester United di bawah asuhan  Solskjaer sejak ia mengambil alih jabatan manajer tim dari Jose Mourinho. Setelah pertarungan babak pertama yang menemui jalan kebuntuan, United kebobolanm dua gol dari aksik pemain tuan rumah, Raul Jimenez dan  Diogo Jota.

    Marcus Rashford mencetak gol pada injury time, menit ke-90+5, tapi United tidak punya waktu lagi untuk menghindarkan diri dari kekalahan. Mereka tersingkir dari perempat final Piala FA dan untuk pertama kali mengalami dua kekalahan beruntun di bawah asuhan Solskjaer.

    Manajer sementara Manchester United dari Norwegia itu mengatakan mereka tidak punya kualitas yang memadai di lini ketiga yang menjadi tumpuan serangan dan tak puas dengan kinerja tiga pemainnya di sana. “Kami  mengawali permainan terlalu lamban,” kata Solskjaer. “Penguasaan bola kami tak cukup memuaskan dan tak cukup cepat. Jadi itu mengecewakan. Saya tidak berpikir kami punya kualitas yang cukup di liga ketiga dan kombinasi permainan yang tak lancar.”

    “Kami mendominasi dengan bola dalam babak pertama. Tapi, itu tidak menolong jika anda mudah kehilangan bola dan mereka bisa melakukan serangan balik. Ini sebuah langkah mundur yang besar, terutama karena kualitas dari penguasaan bola dan umpan,” Ole Gunnar Solskjaer melanjutkan.

    METRO.CO.UK | SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.