Hadapi 8 Besar Piala Presiden, Persebaya akan Rekrut Pemain Asing

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Persebaya Surabaya Hansamu Yama Pranata (tengah) melakukan sujud syukur usai menang atas Persib Bandung pada pertandingan Grup A Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis, 7 Maret 2019. Peluang untuk lolos sudah akan habis jika malam ini Tira-Persikabo bisa mengalahkan Perseru Serui. ANTARA/M Agung Rajasa

    Pesepak bola Persebaya Surabaya Hansamu Yama Pranata (tengah) melakukan sujud syukur usai menang atas Persib Bandung pada pertandingan Grup A Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis, 7 Maret 2019. Peluang untuk lolos sudah akan habis jika malam ini Tira-Persikabo bisa mengalahkan Perseru Serui. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Persebaya Surabaya dan PSM Makassar dihadapkan pada fakta yang hampir sama. Salah satu pemain asing yang mereka miliki, tengah diproses untuk mendapatkan status sebagai pemain naturalisasi.

    Persebaya punya Otavio Dutra yang mendapatkan status Warga negara Indonesia (WNI). Malah, Dutra telah dipanggil timnas senior. Sedangkan Juku Eja tengah mengurus proses naturalisasi Mark Klok.

    “Kami meminta dinaturalisasi karena usianya masih muda. Dia ada silsilah orang Indonesia. Mudah-mudahan ada percepatan. Kalau permohonan diterima, jalan. Kalau tidak, ya, mundur,” tutur CEO PSM Munafri Arifuddin.

    Khusus untuk status Dutra yang sudah WNI, Persebaya sejatinya tak buru-buru untuk mendatangkan pemain asing lagi. Namun, melihat perkembangannya, kebijakan itu perlu ditempuh. “Kalau merujuk performa di Piala Presiden, sebaiknya kami perlu pergunakan jatah pemain asing yang ditinggalkan Dutra,” kata Djajang Nurjaman, pelatih Persebaya.

    Lebih lanjut, Djanur juga menjelaskan, kebutuhan tambahan pemain asing nantinya, bisa pada dua posisi. Jika tidak pemain belakang, Persebaya membutuhkan tambahan pada posisi gelandang bertahan.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.