Selebrasi Vulgar, Ronaldo Didenda Rp 321 Juta

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya Striker Juventus Cristiano Ronaldo usai bertanding melawan Atletico Madrid dalam Leg Kedua Babak 16 Besar Liga Champions di Allianz Stadium, Turin, Italia, 12 Maret 2019. Juventus berhasil kalahkan Atletico Madrid dengan skor 3-0. Tiga gol tersebut dicetak oleh Ronaldo. REUTERS/Alberto Lingria

    Gaya Striker Juventus Cristiano Ronaldo usai bertanding melawan Atletico Madrid dalam Leg Kedua Babak 16 Besar Liga Champions di Allianz Stadium, Turin, Italia, 12 Maret 2019. Juventus berhasil kalahkan Atletico Madrid dengan skor 3-0. Tiga gol tersebut dicetak oleh Ronaldo. REUTERS/Alberto Lingria

    TEMPO.CO, JakartaCristiano Ronaldo didenda 20.000 euro atau setara Rp 321 juta oleh UEFA, Kamis waktu setempat, setelah melakukan selebrasi gol vulgar untuk mengejek pelatih Atletico Madrid Diego Simeone dengan menirukan perayaan golnya ketika Juventus memenangi pertandingan 16 Besar Liga Champions pekan lalu.

    Pemain berusia 34 tahun itu mencetak trigol ketika juara Liga Italia itu membalikkan defisit 0-2 pada leg pertama untuk lolos ke perempat final.

    Dia meniru gestur Simeone pada leg pertama dengan menyentuh bagian vital dia sendiri dan mendorongnya ke depan setelah sukses memasukkan tendangan penalti.

    Simeone sendiri didenda 20.000 euro oleh UEFA akibat selebrasinya itu.

    "Dia akan menunjukkan apa yang saya lakukan di Wanda Metropolitano dan, seperti saya, berusaha menunjukkan karakternya," kata Simeone selepas pertandingan itu.

    Ronaldo, yang kembali memperkuat Timnas Portugal setelah sembilan bulan absen, sudah mencetak 24 gol untuk Juventus sejak didatangkan dari Real Madrid pada banderol 100 juta euro tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.