Andritany Ardhiyasa: Penerus Ronny Pasla di Timnnas dan Persija

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Kiper Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Andritany Ardhiyasa adalah salah satu kiper terbaik di Indonesia saat ini. Ia baru saja menggagalkan tendangan penalti pemain tuan rumah Myamar, Senin malam, 25 Maret 2019, dan membawa Timnas menang 2-0 pada pertandingan persahabatan internasional kalenden badan sepak bola dunia, FIFA, itu.

    Kiper berusia 27 tahun ini menjalani karier junior di Persib U-18, SSB Jayakarta, SSB ASIOP, dan Diklat Ragunan, sebelum memasuki jenjang senior bersama Persik Kuningan, Sriwijaya FC, dan Persija Jakarta sejak 2010 sampai sekarang.

    Jayakarta senior adalah klub amatir di bawah naungan Persija yang legendaris sampai pada era 1980-an. Nama-nama pemain yang bersejarah buat tim Macan Kemayoran dan tim Indonesia, seperti Iswadi Idris dan Anjas Asmara, berasal dari sana.

    Klub senior Jayakarta, dengan pembinanya yang juga tersohor FH Hutasoit, bermarkas di kawasan sekolah olahraga Diklat Ragunan. Adapun SSB ASIOP adalah salah satu akademi sepak bola yang paling senior di Jakarta dan Indonesia.

    Di Persija Jakarta sekarang, pengagum kiper Prancis di Piala Dunia 1998, Fabien Barthez, ini juga semakin mengarah untuk menjadi kiper sehebat Ronny Pasla, penjaga gawang PSMS Medan yang kemudian pindah ke Persija dan menjadi kiper timnas 1967-1972.  

    Andritany sudah tampil mengesankan di Asian Games 2018 lalu dan di Piala AFF. Di situs pssi.org, ia mengatakan dirinya senang dan bangga membawa Skuad Garuda meraih kemenangan dengan skor 2-0 atas Myanmar pada laga uji coba internasional di Stadion Mandalar Thiri, Myanmar, Senin malam lalu. Kiper yang menjadi langganan Timnas Indonesia ini juga menjadi kapten di laga tersebut.

    "Saya sangat senang karena ini pertandingan pertama bersama pelatih baru dan tim baru. Perasaan saya sangat senang," kata Andritany.

    Meski begitu Andritany Ardhiyasa tak menampik kalau pertandingan tadi sangat sulit. Karena Timnas Myanmar mampu menekan dan bermain sama baiknya dengan Timnas Indonesia. "Mereka tim yang sangat bagus. Memiliki pertahanan yang rapat. Tetapi usai mencetak gol pertama yang membuat  kami percaya diri (meningkat)," jelas kiper 27 tahun ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.