Piala Presiden: Hansamu cs Balik, Persebaya Solid di 8 Besar

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Indonesia Hansamu Yama Pranata (kanan) mencoba menghalangi tendangan pesepak bola Thailand Chanathip Songkrasin pada putaran pertama final AFF Suzuki Cup 2016 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jabar, 14 Desember 2016. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Pesepak bola Indonesia Hansamu Yama Pranata (kanan) mencoba menghalangi tendangan pesepak bola Thailand Chanathip Songkrasin pada putaran pertama final AFF Suzuki Cup 2016 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jabar, 14 Desember 2016. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kembalinya pemain-pemain yang membela timnas Indonesia diyakni membuat Persebaya lebih tangguh pada babak 8 besar Piala Presiden 2019.

    Empat pemain Persebaya, yaitu Ruben Karel Sanadi, Hansamu Yama Pranata di timnas senior serta Rachmat Irianto dan Osvaldo Haay di  timnas U-23, akan kembali bergabung dengan skuad Green Force ini untuk menghadapi PS Tira-Persikabo di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat, 29 Maret 2019, pada babak 8 besar Piala Presiden.

    Skuad Persebaya kembali digenjot menu latihan tentang taktikal. Apalagi masa persiapan Green Force menyisakan tiga hari untuk melakukan pembenahan di setiap lini, terutama dalam hal penyelesaikan akhir dan lini pertahanan yang masih kurang padu.

    “Kami kembali menyentuh taktikal. Kami akan maksimal karena menyisakan tiga latihan lagi, yakni hari ini, Rabu, dan Kamis. Intensitas latihan juga bakal ditambah,” sebut Djadjang Nurdjaman, pelatih Persebaya, setelah sesi latihan di Lapangan Polda Jatim pagi tadi, Selasa 26 Maret 2019.

    Menurutnya, penambahan intensitas latihan tersebut tidak terlalu berpengaruh kepada para pemain yang baru kembali dari timnas. Ruben Karel Sanadi, dan Hansamu Yama Pranata dijadwalkan terbang ke tanah air hari ini.  Osvaldo dan Rachmat Irianto masih melakoni satu laga terakhir bersama Garuda Muda melawan Brunei Darussalam sore nanti.

    Djanur sudah mengantisipasi andaikan empat pemain timnas itu kelelahan. Dia mengaku akan memantau kondisi mereka. “Harapan kami mereka bisa bergabung. Mudah-mudahan tidak ada kendala di perjalanan, sehingga mereka bisa ikut berlatih bersama,” harap pelatih asal Majalengka ini.

    Lebih lanjut mantan pelatih Persib Bandung ini merasa senang dan bangga dengan penampilan Osvaldo dan Rian, sapaan akrab Rachmat Irianto, bersama timnas U-23. Saat takluk dari Vietnam dengan skor 1-0, hanya Osvaldo yang tampil. Djanur mengaku tidak mempertanyakan kebijakan Indra Sjafri sebagai pelatih.

    Meski, dia menilai skuad timnas U-23 tidak bermain bagus. Djanur memiliki pemikiran akan lebih memaksimalkan peran Osvaldo ke lini tengah di Persebaya. “Menurut saya, Osvaldo lebih cocok ke tengah dibanding sayap. Dia agak menurun di timnas, saya pikir wajar. Butuh waktu untuk bisa kembali ke performa sebagai penyerang sayap,” ulasnya.

    “Sementara Rian di laga pertama bermain dan kemarin tidak turun, karena pelatih timnas U-22 punya dua pasang stopper, yang sama-sama baiknya, sehingga bisa berganti-ganti. Secara kualitas, dia cukup bagus,” kata Djadjang Nurdjaman.

    PERSEBAYA.ID | LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.