Madura United: Saatnya Akhiri Rekor Buruk di Piala Presiden

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Madura United. (liga-indonesia.id)

    Madura United. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Babak 8 besar Piala Presiden 2019 melawan tuan rumah Persela Lamongan, Minggu 31 Maret, bakal menjadi laga berat bagi Madura United. Pelatih Madura United Dejan Antonic akan mempersiapkan segala kemungkinan, termasuk algojo titik putih.

    "Segala kemungkinan akan kami persiapkan untuk lolos ke babak selanjutnya. Soal persiapan adu penalti, itu sudah masuk dalam agenda kami. Termasuk siapa yang akan mengeksekusi, akan kami rencanakan agar bisa memuluskan langkah Madura," jelas Dejan.

    Hal itu tidak terlepas dari rekor buruk pertemuan Laskar Sape Kerrab kala melawan Persela Lamongan di markasnya. Dari tiga pertandingan sejak tahun 2016, hasil terbaik sebatas imbang pada leg pertama Liga 1 2018.

    Di samping itu, Fachrudin W. Ariyanto dan kawan-kawan tengah dihantui rekor buruk perempat final Piala Presiden. Pasalnya, tim ini selalu gagal di babak  8 besar pada turnamen pramusim yang paling bergengsi di Tanah Air.

    Uniknya, dua kali gagal di perempat final melalui drama adu penalti. Pertama kalah dari  Borneo FC musim 2017 dan musim lalu menyerah melawan Bali United FC.

    Tim ini sudah melewati empat kali babak adu penalti sejak 2016. Namun, hanya sekali yang keluar sebagai pemenang kala melawan Persibo Bojonegoro dalam pembukaan Piala Indonesia.

    Momok drama 12 pas tersebut juga mendapat perhatian khusus dari pelatih penjaga gawang Kurnia Sandy. Dia akan mematangkan anak asuhnya untuk babak tersebut.

    "Bola itu bundar, sulit kami prediksi. Mungkin soal algojo akan ditentukan oleh pelatih kepala (Dejan Antonic) dan yang lainnya, tapi tanggup jawab saya memastikan semua kiper harus siap," terangnya.

    Saat ini, dia belum menentukan kiper yang bakal turun sebagai starter. Sebab, masih akan melihat kesiapan dari empat anak asuhnya, seperti M. Ridho Djazulie, Muhammad Ridwan, Rafit Ikhwanudin, dan Fawaid Ansory.

    "Belum, itu masih nanti. Saya masih mau memantau perkembangannya hingga H-1 nanti. Yang aman yang siap tempur membantu tim ini, mulai dari pertandingan normal dan babak adu pebalti, itu yang akan direkomendasikan," kata pelatih kiper Madura United ini.

    MADURAUNITEDFC.COM | PSSI.ORG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.