Soroti Lionel Messi , Paus Fransiskus: Dia Bukan Tuhan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona, Lionel Messi berselebrasi dengan Malcom setelah menjebol gawang Espanyol dalam laga lanjutan Liga Spanyol di Camp Nou, Spanyol, 30 Maret 2019. REUTERS

    Pemain Barcelona, Lionel Messi berselebrasi dengan Malcom setelah menjebol gawang Espanyol dalam laga lanjutan Liga Spanyol di Camp Nou, Spanyol, 30 Maret 2019. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Lionel Messi memang tampil luar biasa dalam satu dekade terakhir dengan berbagai pencapaian rekor dan trofi. Tapi, Paus Fransiskus menyerukan agar orang-orang tidak terlalu berlebihan dalam membandingkan pemain Argentina itu dengan Tuhan.

    Messi memang telah mendapatkan julukan sebagai dewa atau tuhan sepak bola dari para pencinta olahraga itu. Tapi, Paus Fransiskus, yang juga berasal dari Argentina, tidak begitu antusias mendengar perbandingan itu.

    Komentar Paus Fransiskus muncul saat ia diwawancara oleh Jordi Evole di La Sexta dan ia juga memaklumi para pencinta sepak bola yang menyebut Messi sebagai dewa di olahraga itu.

    "Secara teori, itu adalah penistaan. Anda tidak bisa menyebutnya seperti itu dan saya tidak percaya. Apa anda percaya itu?" kata Paus Fransiskus yang dikutip oleh Marca pada Senin, 1 April 2019.

    "Orang-orang dapat mengatakan ia adalah Tuhan, sama seperti mereka mungkin mengatakan 'saya memuja anda' tetapi hanya Tuhan yang bisa disembah. Itu adalah ungkapan dari orang-orang," kata Paus.

    “Julukan itu adalah cara populer bagi seseorang untuk mengekspresikan diri mereka tentang betapa hebatnya Messi dalam bermain sepak bola,” Paus menambahkan.

    Ketika ditanya oleh Jordi Evolve apakah menurutnya Lionel Messi pemain yang hebat, Paus menjawab: "Tentu saja, ia sangat hebat tetapi ia bukan Tuhan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?