Final Piala Presiden Sore Ini: Milo Klaim Arema Lebih Konsisten

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper Arema FC, Kartika Ajie, bersama tim (pssi.org)

    Kiper Arema FC, Kartika Ajie, bersama tim (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Arema FC, Milomir Seslija, terlihat percaya diri menyambut pertemuan pertama babak final Piala Presiden 2019 melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, sore nanti, Selasa 9 April.

    Menurut pelatih asal Bosnia yang akrab dipanggil Milo ini, timnya lebih konsisten dibandingkan dengan Persebaya.

    Pada dua laga terakhir di babak semifinal, Arema suskes menyarangkan masing-masing tiga gol ke gawang Kalteng Putra FC. Sedangkan pada babak delapan besar, Bhayangkara FC digelontor empat gol tanpa balas.

    Permainan konsisten itu yang membuat Milo yakin timnya dapat meraih gelar juara Piala Presiden 2019.

    Laga tersebut dianggap sebagai final ideal karena mempertemukan dua tim yang tampil atraktif. Baik Persebaya maupun Arema, efisien dalam bermain sepak bola.

    "Kedua tim sama-sama bertipikal menyerang. Kami sama-sama terlihat ingin mencetak gol," ujarnya dalam laman Piala Presiden.

    "Saya rasa kami bermain lebih konsisten dibanding mereka (Persebaya). Walaupun, kami sama-sama memiliki kemampuan mencetak gol yang bagus," ia melanjutkan.

    Pelatih berusia 54 tahun asal Bosnia itu yakin jika anak asuhnya bisa mempertahankan tren positif tersebut, Arema tidak akan dapat dihentikan.

    Sedangkan gelandang Arema, Hanif Sjahbandi, ingin memberikan kebaahagiaan untuk Aremania yang tidak bisa hadir ke Stadion Gelora Bung Tomo.

    "Dua klub rival bertemu di final, ini sesuatu yang menarik. Kami sebagai pemain siap dan akan mengerahkan segala kemampuan terbaik," paparnya. “Kami mau membahagiakan suporter kami. Kami ingin membut Aremania dan orang Malang bahagia, itu saja," Hanif Sjahbandi menegaskan.

    LIGA INDONESIA | PSSI.ORG

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.