Menjelang Lawan Arema FC, Wali Kota Surabaya Semangati Persebaya

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (kanan) berjabat tangan dengan pemain Timnas U-19 Evan Dimas (kiri) saat jamuan makan malam jelang pertandingan antara Timnas U-19 melawan Persebaya U-21 di rumah dinas Walikota Surabaya, Jatim, Minggu (23/2). ANTARA/Suryanto

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (kanan) berjabat tangan dengan pemain Timnas U-19 Evan Dimas (kiri) saat jamuan makan malam jelang pertandingan antara Timnas U-19 melawan Persebaya U-21 di rumah dinas Walikota Surabaya, Jatim, Minggu (23/2). ANTARA/Suryanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyemangati tim dan pemain Persebaya yang akan berlaga di leg kedua final Piala Presiden melawan Arema di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur pada Jumat, 12 April 2019.

    "Kalian harus menjadi pahlawan-pahlawan yang membuat kami se-Kota Surabaya bangga kepada kalian semuanya. Jangan mudah menyerah. Ingat, bahwa kita anak dan cucu para pejuang yang rela berjuang meskipun itu sangat sakit dan pedih rasanya. Tapi rela terus berjuang," kata Wali Kota Risma di Surabaya, Kamis.

    Risma mengatakan seluruh tim dan pemain Persebaya itu membawa nama baik Kota Surabaya yang selama ini sudah dikenal dengan jiwa kepahlawanannya. Oleh karena itu, ia berharap kepada tim dan pemain Persebaya untuk meniru jiwa para pahlawan yang pantang menyerah.

    "Semoga Tuhan meridhai kalian semuanya sehingga piala kemenangan bisa kalian bawa ke Surabaya. Selamat berjuang untuk meraih kemenangan. Tidak ada kata pantang menyerah untuk kita semuanya," ujarnya.

    Selain itu, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya juga berharap kepada suporter Persebaya, Bonekmania untuk tidak berangkat ke Malang demi melihat partai final Piala Presiden besok. Apalagi, sudah ada larangan dari pihak yang berwajib untuk tidak berangkat ke Malang.

    "Untuk Bonekmania tercinta, ini sudah ada larangan dari pihak berwajib bahwa kalian semua tidak boleh berangkat ke Malang. Penyebabnya banyak sekali, supaya tidak ada korban lagi," kata dia.

    Menurut Risma, selama ini sudah banyak korban yang berjatuhan akibat permusuhan Aremania dengan Bonekmania. Makanya, ia berharap tidak ada lagi korban yang berjatuhan akibat permusuhan ini.

    "Untuk Bonek tercinta, tolong, satu nyawa, satu anak sangat berharga dan seperti ribuan orang bagi keluarganya. Ayolah, cukup korban yang kemarin-kemarinnya saja, tidak perlu ada korban lagi. Ayo kita ikuti apa yang telah dianjurkan untuk tidak ke Malang. Kita harus bersyukur masih diberi kesempatan untuk ada pertandingan di Surabaya dan Malang," kata dia.

    Wali Kota Risma menambahkan, rasanya memang berat meninggalkan para pahlawan yang akan memperjuangkan nama Kota Surabaya di level nasional. Namun, perlu direnungkan juga bahwa pihak berwajib tidak akan melarang apabila tidak ada alasannya, sehingga dia berharap untuk mematuhi imbauan untuk tidak berangkat ke Malang itu.

    "Jangan pergi ke sana sayang, cukup sudah korban yang ada selama ini. Mari kita doa bersama-sama saja di kota tercinta Surabaya, supaya Persebaya menang dan bisa membawa piala kemenangan, saya yakin Tuhan lebih mengabulkan itu," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.