Luka Jovic Takut Tak Dapat Tempat di Barcelona

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Frankfurt, Luka Jovic. (sky sports)

    Pemain Frankfurt, Luka Jovic. (sky sports)

    TEMPO.CO, Jakarta - Peluang Barcelona untuk memboyong penyerang Luka Jovic pada bursa transfer musim panas ini tampaknya tertutup sudah. Milan Jovic, ayah dari Luka Jovic, menyatakan bahwa anaknya ingin bertahan satu musim lagi di Eintracht Frankfrut.

    Dalam wawancara dengan media Jerman Bild, Milan Jovic membenarkan adanya tawaran dari banyak klub untuk anaknya, salah satunya adalah Barcelona. Namun menurut dia, Luka ingin bertahan semusim lagi bersama Eintracht Frankfrut.

    Baca: Liga Champions: Cedera Messi Tak Parah Bos Barcelona Tenang

    Selain itu, menurut Milan, anaknya juga khawatir tak mendapatkan tempat di tim utama Barcelona. Padahal, dia memilih Eintracht untuk mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak.

    "Luka mendapatkan banyak tawaran. Salah satunya dari Barcelona," ujar Milan.

    "Tetapi dia tak tertarik saat ini. Dia tak yakin akan mendapatkan menit bermain di Barca. Dia ingin tetapi di Liga Jerman dan membawa Frankfrut ke Liga Champions."

    Luka Jovic saat ini berstatus sebagai pemain Benfica yang dipinjamkan ke Eintracht Frankfrut. Klub asal Jerman itu rencananya akan mempermanenkan status Jovic pada akhir musim dengan mahar 7 juta euro saja.

    Baca juga: Begini Rapor Messi dan Ronaldo di Leg Pertama Liga Champions

    Performa pesepakbola berusia 21 tahun itu mencuri perhatian setelah tampil apik musim ini. Di Liga Jerman, dia telah mencetak 17 gol dari 26 laga sementara di Liga Europa, Luka Jovic sudah mengemas 8 gol dan bersaing menjadi top skor bersama penyerang Chelsea, Olivier Giroud.

    Selain Barcelona, Real Madrid dan Bayern Munchen juga disebut tertarik memboyong Luka Jovic.

    SPORT


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.