Juventus Vs Ajax: De Jong Dipaksakan Main, Gegabah?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Frenkie de Jong. instagram.com

    Frenkie de Jong. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ajax Amsterdam berharap gelandang bintangnya, Frenkie de Jong, akan pulih dan siap untuk pertandingan melawan Juventus dalam laga kedua perempat final Liga Champions di Stadion Allianz Arena, Torino, Italia, dinihari nanti, Rabu 17 April 2019.

    Pemain berusia 21 tahun itu ditarik keluar lapangan saat pertandingan Liga Belanda melawan Excelsior Sabtu lalu karena cedera hamstring (otot kaki).

    "Kami akan melihat perkembangan kondisinya, dan yakin ia akan dapat tampil," kata pelatih Ajax Erik ten Hag, Senin, 16 April 2019, seperti dikutip Reuters.

    "Kami menariknya keluar lapangan sebagai langkah pencegahan, kami harap ia bisa main tapi kita akan lihat jika itu memungkinkan," katanya.

    De Jong, yang akan pindah ke Barcelona pada akhir musim ini, menunjukkan penampilan cemerlang pada pertandingan leg pertama melawan Juventus di Amsterdam pekan lalu yang berakhir 1-1. "Frenkie sendiri yang akan memutuskan apakah ia siap. kemudian baru saya yang menetapkan ia bisa tampil," kata Ten Hag.

    Ia yakin timmya bisa membuat kejutan lagi setelah sempat menyingkirkan juara bertahan Real Madrid di babak 16 besar. "Saya yakin karena cara kami bermain dan berlatih. Kami terus menguat dan kami menunjukkannya dari laga ke laga."

    "Juventus memang tim favorit, khususnya setelah hasil di Amsterdam. Tapi, jika kami main bagus, kami akan dapat melewati hadangan ini," ia melanjutkan.

    Ten Hag juga menyatakan bahwa ia sudah mengantisipasi kemungkinan pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengubah taktik. "Allegri sangat mengerti, dan pasti ia memikirkan strategi yang berbeda dengan pekan lalu. Tapi kami juga perlu untuk memperbaiki strategi kami," kata Erik Ten Hag, pelatih Ajax.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.