Persiapan ke Liga 1 2019, Arema FC Gelar Latihan Sebelum Puasa

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Arema FC Milomir Seslija (tengah) memeluk dua pemainnya. Antara/Risky Andrianto

    Pelatih Arema FC Milomir Seslija (tengah) memeluk dua pemainnya. Antara/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ruddy Widodo, general manager Arema FC, seperti dikutip dari Weraremania.net, menerima isyarat dari tim pelatih bahwa mereka butuh pemusatan latihan sebelum terjun ke kompetisi Liga 1 2019 yang digelar pertengahan Mei mendatang. General Manger Arema FC itu sudah mengagendakan pemusatan latihan singkat sebelum Ramadan nanti.

    Seusai menjuarai Piala Presiden 2019, skuad Singo Edan diliburkan sekitar sepekan. Mereka akan kembali berlatih Sabtu, 20 April 2019, mendatang.

    "Setelah Piala Presiden, banyak hal yang menjadi bahan evaluasi kami, salah satunya permintaan tim pelatih untuk TC singkat. Tapi, kami masih akan membahasnya lagi nanti, waktu latihan perdana setelah libur," kata Ruddy.

    Kalau pun jadi, pemusatan latihan singkat ini akan digelar empat sampai lima hari di Kota Batu seperti biasanya. Hanya saja, manajer berkacamata itu belum dapat memastikan kapan waktunya.

    "Yang jelas, TC singkat ini akan kami gelar sebelum Ramadan tiba, karena tim pelatih juga mengisyaratkan akan mengagendakan program perbaikan fisik yang itu tidak mungkin dilakukan di bulan puasa," jelasnya.

    Tidak hanya fokus terhadap teknis dan fisik pemain, di dalam pemusatan latihan singkat tersebut, seperti biasa akan diisi oleh materi di luar teknis juga. Ruddy mengistilahkannya sebagai team building.

    "Kalau team building tentu sasaran utamanya adalah kekompakan tim. Memang sudah kompak di pramusim, tapi agar lebih kompak lagi sebelum kompetisi yang sesungguhnya nanti," kata  manajer Arema FC asal Madiun tersebut.

    WEAREMANIA.NET | PSSI.ORG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.