Juventus Vs Ajax Amsterdam 1-2, Allegri Buat Keputusan Sulit

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Ajax Matthijs de Ligt, Daley Blind, dan Dusan Tadic melakukan selebrasi usai mengalahkan Juventus di laga kedua peremapt final Liga Champions, di Allianz Stadium, Turin, 17 April 2019. REUTERS/Alberto Lingria

    Pemain Ajax Matthijs de Ligt, Daley Blind, dan Dusan Tadic melakukan selebrasi usai mengalahkan Juventus di laga kedua peremapt final Liga Champions, di Allianz Stadium, Turin, 17 April 2019. REUTERS/Alberto Lingria

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengaku harus membuat keputusan sulit pada laga kedua babak perempat final Liga Champions kontra Ajax Amsterdam dini hari tadi. Dia harus menarik keluar Paulo Dybala yang mengalami cedera paha pada awal babak kedua.

    Allegri menyatakan keputusan itu sulit meskipun Dybala tak banyak berperan dalam serangan Juventus pada babak pertama. Menurut dia, keluarnya Dybala dan masuknya Moise Kean membuat Frenkie De Jong bermain lebih leluasa pada babak kedua.

    "Dybala tak terlalu berbahaya dalam serangan tetapi melakukan pekerjaan luar biasa dalam menjaga De Jong. Sayangnya dia mengalami cedera otot paha dan saya harus menggantikannya setelah jeda.," ujarnya pasca pertandingan.

    "Kean memberikan kami keunggulan lebih secara fisik dalam serangan tetapi pengatur serangan Ajax mendapatkan lebih keleluasaan setelah keluarnya Dybala."

    Juventus memang mampu unggul terlebih dahulu lewat Cristiano Ronaldo pada babak menit ke-28. Namun keunggulan tersebut hanya bertahan enam menit saja.

    Gelandang Donny van de Beek mencetak gol penyeimbang setelah memanfaatkan tendangan rekannya, Hakim Ziyech, yang memantul mengenai pemain belakang Juventus.

    Gol kemenangan Ajax Amsterdam diciptakan lewat sundulan Matthijs de Ligt pada menit ke-67 memanfaatkan tendangan sudut yang dilepaskan oleh Lasse Schone.

    Allegri menilai Ajax Amsterdam layak memenangkan laga itu. Dia tak menilai pasukan dari Negeri Tulip sebagai tim lemah karena telah menunjukkan kemampuan mereka sebelumnya dengan menyingkirkan juara bertahan Real Madrid.

    "Ajax memiliki beberapa pemain bagus dan mereka memainkan sepak bola yang juga bagus, mereka bukan tim lemah. Bagaimana mungkin mereka tim lemah setelah mencetak lima gol pada laga kontra Real Madrid?"

    "Saya tak menyatakan bahwa ini adalah eliminasi terburuk yang pernah kami alami. Juventus selalu memiliki tujuan yang sama: memenangkan semuanya. Terkadang anda bisa mencapai final terkadang anda tidak," ujarnya.

    Hasil itu membuat Ajax Amsterdam melaju ke babak semifinal dengan kumulasi gol 3-2. Pada laga pertama kedua tim bermain imbang 1-1.

    Pada babak semifinal Liga Champions, Ajax Amsterdam akan menantang pemenang partai perempat final antara Manchester City kontra Tottenham Kamis dini hari nanti. Tottenham memiliki keunggulan karena menang 1-0 pada laga pertama pekan kemarin.

    UEFA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.