Liga 1 Dinilai Sangat Padat, Arema FC Batalkan Peminjaman Pemain

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arema FC A Nur Hardianto berselebrasi di usai menjebol gawang Persebaya Surabaya dalam Laga Final  Piala Presiden 2019 di stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat, 12 April 2019. Tim Singo Edan itu secara total unggul 4-2. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pemain Arema FC A Nur Hardianto berselebrasi di usai menjebol gawang Persebaya Surabaya dalam Laga Final Piala Presiden 2019 di stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat, 12 April 2019. Tim Singo Edan itu secara total unggul 4-2. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ruddy Widodo, general manager Arema FC, mengungkapkan kepada Wearemania.net, bahwa sempat ada rencana untuk meminjamkan sejumlah pemainnya ke klub lain untuk Liga 1 2019 mendatang. Namun, sebulan menjelang kompetisi bergulir 8 Mei, pengurus eksekutif Arema FC itu membatalkan opsi tersebut.

    Manajer berkacamata itu menyebut, menurut tim pelatih, saat ini skuad Singo Edan surplus di posisi penyerang sayap. Di posisi tersebut setidaknya ada enam pemain yang mengisi, yakni Dendi Santoso, Rivaldy Bawuo, Ridwan Tawainella, Nasir, Riky Kayame, dan Dedik Setiawan.

    "Kami sudah berdiskusi dengan tim pelatih, setelah mereka melihat draft jadwal, mereka bilang jadwal kompetisi Liga 1 2019 ini sangat padat, makanya kami butuh banyak pemain sebagai antisipasi padatnya jadwal itu," kata Ruddy.

    Karena alasan tersebut, rencana untuk merampingkan skuad dengan opsi peminjaman pemain harus dibatalkan. Ruddy meyakini, setiap pemain pasti bakal berkontribusi kepada tim di tengah perjalanan kompetisi.

    "Karenanya, rencana kami untuk meminjamkan si A dan si B kami batalkan, kami mendaftarkan seluruh pemain yang ada. Kami maksimalkan pendaftaran pemain dengan kuota 30 pemain sesuai dengan regulasi Liga 1 2019," kata pengurus teras Arema FC asal Madiun itu.

    WEAREMANIA.NET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?