Prediksi Liga Champions: Akrobat Tottenham, Optimisme Man City

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester City Sergio Aguero melepaskan tendangannya lewat titik penalti saat bertanding melawan Tottenham Hotspurs dalam Perempat Final Piala Champions di Tottenham Hotspur Stadium, London, Inggris, 9 April 2019. Tottenham Hotspur berhasil kalahkan Manchester City dengan skor akhir 1-0. Reuters/Paul Childs

    Pemain Manchester City Sergio Aguero melepaskan tendangannya lewat titik penalti saat bertanding melawan Tottenham Hotspurs dalam Perempat Final Piala Champions di Tottenham Hotspur Stadium, London, Inggris, 9 April 2019. Tottenham Hotspur berhasil kalahkan Manchester City dengan skor akhir 1-0. Reuters/Paul Childs

    TEMPO.CO, Jakarta - Tottenham dalam kondisi tertekan saat menjalani laga kedua perempat final Liga Champions di kandang Manchester City, Etihad Stadium, Kamis dinihari nanti, 18 April 2018. Meski sudah unggul 1-0, mereka kini digeregoti cedera pemain.

    Dua pemain kunci Tottenham Hotspur, Harry Kane dan Dele Alli, memang kompak. Tidak hanya saat mereka bermain di lapangan, tapi juga soal cedera. Setelah Kane mengalami cedera ankle saat melawan Manchester City dalam leg pertama perempat final Liga Champions, giliran Alli berikutnya yang mendapat celaka. Dia mengalami patah tangan saat Spurs menang atas Huddersfield, akhir pekan lalu.

    Bukan dua pemain itu saja yang tak bisa diturunkan. Pemain lainnya, Harry Wink dan Fernando Llorente, juga sama. Mereka diragukan untuk bisa tampil.

    Akibatnya, Mauricio Pochettino harus berakrobat mencari racikan yang pas untuk menghadapi laga kedua melawan Manchester City. Namun pelatih asal Argentina itu santai saja.

    “Kami akan menunggu hingga detik-detik terakhir kondisi mereka. Wink masih seperti kemarin. Pagi dia ikut latihan, tapi tak lama kemudian dia mengeluh nyeri,” kata Pochettino.

    Intinya, Poch—panggilan Pochettino—mengaku optimistis semuanya akan berjalan dengan baik. Para pemainnya, menurut dia, sudah siap tempur meski kekuatan mereka tak lengkap.

    Memang tak ada yang perlu ditakuti. Dalam laga pertama, mereka meraih kemenangan justru saat Spurs sudah ditinggal Kane, yang ditarik akibat cedera. Son Heung-min-lah yang menjadi penentu kemenangan berkat gol tunggalnya.

    Menyambut laga kedua ini, Son mengaku siap mengulangi perannya seperti pada pekan lalu. Dia memang telah memperlihatkan kehebatan Spurs, yang main tanpa kehadiran Kane.

    Gol yang dicetak oleh Son dalam laga perdana itu menyiratkan bahwa, tanpa Kane sekali pun, Spurs masih bisa menang. Dalam sepuluh laga saat Kane absen, justru Son tampil bersinar. Dia telah mencetak 9 gol.

    “Kami tidak boleh merasa tertekan. Tak ada yang lebih menyenangkan, kecuali memenangi laga perempat final ini,” kata Son.

    Spurs memang bukan Harry Kane semata. Hal itu juga yang diingatkan pemain Manchester City, Kevin De Bruyne, menjelang laga ini. Menurut dia, Kane merupakan striker hebat, tapi bukan berarti tanpa kehadirannya penampilan Spurs kemudian melorot.

    "Mereka memenangi banyak laga tanpa Kane. Mereka masih tampil bagus meski tanpa kehadiran dia,” kata De Bruyne.
    “Minggu lalu, mereka menang melawan kami setelah Kane ditarik keluar. Mereka memiliki banyak pemain yang hebat.”

    Selanjutnya: Pep Guardiola Optimistis


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.