Liga Champions: Tottenham Depak Man City, Simak 7 Fakta Menarik

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min. (reuters)

    Pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min. (reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tottenham Hotspur tetap lolos ke semifinal Liga Champions meski kalah 3-4 di kandang Manchester City, Etihad Stadium, Kamis dinihari WIB, 18 April 2019. Skor akhir menjadi 4-4 dan Spurs lolos bekat keunggulan gol tandang.

    Dalam laga ini Gol Man City diceploskan Raheem Sterling (4 dan 21), Bernardo Silva (11), dan Sergio Aguero (59). Gol Spurs dicetak Son Heung-min (7 dan 10) serta Fernando Llorente (73).

    Berikut sejumlah data dan fakta terkait laga ini:

    - Tottenham lolos ke semifinal untuk kedua kalinya, setelah pada 19661/62 saat masih memakai nama European Cup. Saat itu mereka dilatih Bill Nicholson.

    - Tottenham menjadi klub Inggris ketujuh yang pernah lolos ke semifinal Liga Champions, setelah Manchester Utd, Manchester City, Liverpool, Chelsea, Arsenal, dan Leeds. Inggris kini menjadi negara dengan tim terbanyak yang pernah ke semifinal, melewati Spanyol.

    - Lima gol tercipta dalam 21 menit awal laga ini. Itu adalah rentang waktu terpendek untuk terciptanya lima gol di Liga Champions.

    - Tak ada tim yang pernah dua disingkirkan tim Inggris lain di perempat final selain Mancheste City. Pada 2017/18 mereka juga didepak Liverpool.

    - Pemain Manchester City Raheem Sterling sudah terlibat dalam 26 gol (19 gol 7 assist) dalam 20 laga di semua kompetisi musim ini.

    - Manchester City dan Tottenham Hotspur akan kembali bertemu Sabtu ini di Liga Inggris. Bila mampu menang, Man City akan menjaga peluang untuk juara.

    - Di babak semifinal Tottenham akan menghadapi Ajax Amsterdam. Pertandingan leg pertama akan berlangsung 30 April.

    UEFA | OPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?