Fernando Llorente, Kontroversi VAR, dan Penentu Sejarah

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Fernando Llorente sudah cukup lama tidak lagi menjadi pemain bintang. Tapi, ia terus bertahan untuk menjadi bagian penting dari sebuah tim, meski tak jarang dibangkucadangkan. Dinihari tadi, Kamis 18 April 2019, Llorente menegaskan peranannya tersebut.

    Penyerang jangkung asal Spanyol itu menjadi penentu babak baru bersejarah Tottenham Hotspurs yaitu maju ke semifinal Liga Champions, meski golnya ke gawang Manchester City pada menit ke-73 bakal menjadi fokus perdebatan hari ini .

    Dengan golnya itu, Llorente membuat Tottenham memperkecil kekalahan Tottenham menjadi 3-4 di kandang Manchester City, Stadion Etihad, dinihari tadi. Tapi, secara keseluruhan, dalam pertemuan tandang dan kadang pada perempat final, kedudukan menjadi imbang 4-4. Tapi, berkat keunggulan gol tandang, Tottenham yang lolos ke semifinal.

    Gol yang diciptakan Llorente itu pun membuat pertadingan sesama klub Inggris dalam perempat final Liga Champions ini menjadi begitu dramatis dan juga akan menjadi puncak dari kontroversi pemakaian VAR, video assistant referee.

    Seluruh penonton dan kubu kedua tim di Stadion Etihad menunggu dengan rasa berdebar-debar ketika wasit dari Turki menghentikan sejenak pertandingan untuk melibat ke VAR buat mengesahkan gol yang dicetak Llorrentu atau menganulirnya.

    Dalam rekaman kejadian yang diperlambat, tampak bola terkesan menyentuh tangan Llorente saat bola “menuju” ke pinggangnya, sebelum mantan penyerang andalan tim nasional Spanyol ini menceploskan bola ke dalam gawang kiper Manchester City, Ederson.

    Tapi, wasit melakukan keputusan yang bakal melukai Manchester City sepanjang masa, yaitu mengesahkan gol Llorente. Kelak, gol Llorente itu akan membuat pasukan Pep Guardiola menjadikan pertarungan pada perempat final Liga Champions 2018-2019 ini sebagai kenangan memilukan. Pasalnya, pada akhir pertandingan Guardiola sampai berlutut di lapangan ketika wasit menganulir gol yang dicetak Raheem Sterling.

    “Saya mendukung pemakaian VAR, tapi dari salah satu sudut pendangan, gol Fernando Llorente itu berbau handball. Mungkin dari sudut pandang wasit tidak,” kata Pep Guardiola.

    Fernando Llorente, 34 tahun, dengan tinggi 1,93 meter terakhir kali masuk tim nasional Spanyol pada Euro 2012 di Polandia-Ukraina, tapi tak pernah dimainkan. Ia juga dicoret dari skuad Spanyol ke Piala Dunia 2014 pada saat-saat terakhir.

    Nama Fernando Llorente di Spanyol jelas kalah besar dari Pep Guardiola, yang melegenda bersama Barcelona dan tim nasional Matador itu. Pemain veteran ini juga nyaris dilepas Tottenham Hotspur menjelang musim 2018-2019 ini dimulai. Ia seperti bertranformasi dari pemain utama menjadi pemain spesalis pinggiran.

    Tapi, dinihari tadi, Llorente yang bertahan di Tottenham Hotspur sejak 2017 menjadi aktor utama untuk menghentikan rekan senegaranya, Pep Guardiola, untuk bisa memborong empat gelar bersama Manchester City musim ini. Dan, City pun kembali tumbang pada perempat final Liga Champions seperti musim lalu.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H