Persebaya: Aksi Simpatik Bonek, Bagikan Bunga untuk Warga Malang

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang relawan mengumpulkan boneka dari suporter Persebaya Surabaya di sela-sela pertandingan babak delapan besar Piala Presiden 2019 antara Persebaya melawan PS Tira Persikabo di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29 Maret 2019). Boneka-boneka yang terkumpul tersebut untuk didonasikan kepada anak-anak penderita kanker di seluruh Indonesia sebagai bentuk kepedulian dan penyemangat bagi mereka. ANTARA/Moch Asim

    Seorang relawan mengumpulkan boneka dari suporter Persebaya Surabaya di sela-sela pertandingan babak delapan besar Piala Presiden 2019 antara Persebaya melawan PS Tira Persikabo di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29 Maret 2019). Boneka-boneka yang terkumpul tersebut untuk didonasikan kepada anak-anak penderita kanker di seluruh Indonesia sebagai bentuk kepedulian dan penyemangat bagi mereka. ANTARA/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengguna jalan yang melintas di sekitaran Bunderan Satelit dikejutkan dengan banyaknya pendukung Persebaya, Bonek, yang berkumpul di pinggir jalan, pada Sabtu sore, 20 April 2019. Mereka terlihat sedang mengamati plat nomor dari kendaraan yang lewat. Terutama untuk kendaraan berpelat nomor “N” yang berasal dari Malang, para Bonek itu memberikan bunga untuk pengendara.

    Aksi simpatik itu ditujukan untuk pengendara luar kota terutama asal Malang karena selama ini ada stigma negatif, yaitu bahwa Bonek memusuhi warga Malang yang ada di Surabaya terkait rivalitas Persebaya dengan Arema. Aksi tersebut ditujukan untuk memupus stigma tersebut.

    "Kami ingin menyampaikan kepada seluruh warga luar kota baik yang tinggal maupun mampir di Kota Surabaya, bahwa kota ini aman dan nyaman bagi siapa pun," kata Sinyo Devara, salah satu koordinator aksi simpatik ini.

    Lebih dari seribu bunga dibagikan dalam aksi yang digelar di sekitaran Bunderan Satelit ini. Ratusan Bonek dari berbagai elemen turut berpartisipasi dalam aksi simpatik ini. "Kami tidak mengira antusiasme teman-teman akan sebesar ini, karena sebenarnya ini acara dadakan," kata Sinyo.

    Pengendara yang mendapat bunga dari Bonek juga mengaku terkesan dengan aksi simpatik ini. Salah satunya Nano. Warga Kepanjen, Malang ini kagum dengan cara Bonek memperlakukan pengguna jalan. "Jujur saya tadi kaget waktu berhenti di lampu merah, kok banyak Bonek, dan mereka menuju mobil saya," kata Nano.

    "Tapi saat mereka datang dengan senyum dan justru membagikan bunga semua ketakutan itu hilang, aksi Bonek sore ini benar-benar jauh dari gambaran Bonek yang saya dapatkan sebelumnya," ia menambahkan.

    Sebagai koordinator aksi, Sinyo juga mengingatkan para peserta untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas. "Buat apa aksi simpatik kalau tidak mematuhi peraturan lalu lintas, jadi mereka harus tetap taat peraturan dan menjaga keselamatan diri masing-masing," kata pria yang juga koordinator Tribun Kidul ini.

    Di tempat yang sama, Bonek juga membagikan gorengan bagi pengguna jalan. Aksi yang diprakarsai komunitas Bonek Hijrah ini diberi nama "1000 Gorengan dari Maling Gorengan". "Saat mendengar aksi simpatik bagi bunga, kami jadi terinspirasi dan ingin ikut ambil bagian," kata koordinator Bonek Hijrah, Dani.

    "Meski yang membagikan hari ini sering dicap Maling Gorengan, bisa dipastikan Gorengan yang kami bagikan seratus persen halal, karena gorengan ini hasil patungan dan donasi," Dani melanjutkan.

    Selain itu, menurut Dani gerakan "1000 Gorengan dari Maling Gorengan" sore ini menjadi pembuka aksi sosial lainnya di bulan Ramadhan nanti. "Rencananya pada bulan Ramadhan kita akan membagikan gorengan sebagai ta'jil bagi pengguna jalan," kata salah satu pentolan suporter Persebaya ini.

    PERSEBAYA.ID


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Peluru Tajam di Malam Jahanam Kerusuhan 22 Mei 2019

    Dalam kerusuhan 22 Mei 2019, empat orang tewas dengan luka mirip bekas tembakan. Seseorang diduga tertembak peluru tajam.