Liverpool Kembali ke Puncak, Tapi Kenapa Mohamed Salah Kecewa?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Liverpool, Mohamed Salah melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Porto dalam pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions di  Estadio do Dragao, Porto, 19 April 2019. Action Images via Reuters/Andrew Boyers

    Penyerang Liverpool, Mohamed Salah melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Porto dalam pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions di Estadio do Dragao, Porto, 19 April 2019. Action Images via Reuters/Andrew Boyers

    TEMPO.CO, Jakarta - Liverpool kembali ke puncak klasemen Liga Primer Inggris setelah menang 2-0 di kandang Cardiff City, Minggu malam, 21 April 2019, dengan keunggulan dua poin dari Manchester City memasuki tiga laga terakhir The Reds. Sedangkan City, masih menyisakan empat pertandingan.   

    Tapi, tidak semua pemain Liverpool menyambut kemenangan di Wales itu dengan tersenyum  setelah berjuang keras mengalahkan Cardiff.

    Gini Wijnaldum membawa Liverpool memimpin 1-0 setelah 10 menit abak kedua. Tapi, Reds harus menunggu sampai menit terakhir untuk mengamankan tiga poin penting dalam usaha mereka memenangi liga untuk pertama kali dalam 29 tahun terakhir.

    Setelah Sean Morrison panik dalam usahanya menghadang Mohamed Salah yang berlari masuk ke dalam kotak penalti Cardiff, lahirlah hadiah penalti buat Liverpool dari wasit Martin Atkinson.

    Salah sudah memegang bola dan siap menempatkannya ke titik 12 pas. Ia akan mengeksekusi tendangan penalti itu agar bisa  mencetak golnya yang ke-20 dalam musim ini. Tapi, James Milner kemudian melakukan intervensi.

    Milner, mantan gelandang tim nasional Inggris, baru saja diturunkan oleh Manajer Liverpool, Jurgen Klopp,  sebagai pemain pengganti dan baru berada di lapangan selama enam menit. Ia lantas mengambil bola dari rekan satu timnya, Salah. Bintang Mesir ini tampak memalingkan muka dengan wajah muram sebelum menatap lapangan.

    Milner, yang kemudian menepis adanya pertengkaran dengan Salah, lantas mengeksekusi tendangan penalti itu dengan baik untuk menjadika  Liverpool menang 2-0.  Ia lantas merayakan golnya dengan berpura-puca pincang di lapangan sambil memegang tongkat imajiner.

    Tentang bentuk selebrasi seperti itu, pemain berusia 33 tahun ini mengatakan, “Virg (Van Dijk) memberi saya banyak hal tentang menjadi tua. Jadi itu benar-benar satu untuknya.”

    Sedangkan Klopp membenarkan keputusan Miller mengambil bola dari genggaman Salah untuk menjadi algojo penalti.

    “Millie punya hak melakukan tendangan penalti ketika berada di lapangan. Itu masuk akal, setelah ia mencetak gol dari titik penalti yang menentukan kemenangan melawan Fulham,” jelas Klopp.

    Gara-gara tidak mencetak gol ke gawang Cardiff, Mohamed Salah gagal memantapkan posisinya sebagai kandidat peraih Sepatu Emas Liga Primer 2018-2019. Ia masih bersama  Pierre-Emerick Aubameyang dan Sergio Aguero yang masing-masing mencetak 19 gol.

    METRO.CO.UK | SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.