Ambisi Pep Cetak Sejarah Baru dan Keunikan buat Manchester City

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Manchester City Pep Guardiola. Reuters/Carl Recine

    Pelatih Manchester City Pep Guardiola. Reuters/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Pep Guardiola menyatakan Manchester City merasa lebih lapar dibandingkan pada masa-masa sebelumnya untuk menjuarai Liga Primer Inggris kedua kali secara beruntun.  

    Manchester City akan menjalani pertandingan tandang, sebagai rangkaian dari tiga pertandingan terakhirnya di liga musim ini, 2018-19, di kandang Burnley, Stadion Turf Moor, malam ini, Minggu 28 April 2019.

    Jika Manchester City mengalahkan Burnley malam ini diikuti dua kemenangan berikurnya melawan Leicester City dan Brighton, tim asuhan manajer Pep Guardiola itu akan kembali menjadi juara Liga Primer Inggris seperti musim lalu, 2017-18.

    Kalau itu terjadi, Pep Guardiola akan membawa Manchester City memenangi Liga Primer dua kali beruntun untuk pertama kali dalam sejarah klub ini.

    Guardiola menyatakan kepuasannya dengan tingkat permainan para pemainnya dan hal itu mendukungnya untuk memburu sejarah baru buat City dalam liga domestik sekarang.

    “Kami ingin memenanginya mungkin dengan gairah lebih besar dibandingkan musim lalu. Kami ingin menciptakan hal yang unik di klub ini,” kata manajer asal Spanyol dan mantan pembesut Barcelona FC dan Bayern Munich ini di situs resmi Manchester City.

    Tim ini sudah lima kali menjuarai divisi tertinggi di Liga Inggris, tapi belum pernah secara beruntun. City juara pada musim kompetisi 1936-37, 1967-68, 2011-12, 2013-14, dan terakhir 2017-18.

    Pep Guardiola membawa ide perfeksionis atau kesempurnaan ke dalam skuad Manchester City. Ia ingin membawa City semakin tinggi dalam soal akurasi umpan, kualitas permainan, produktivitas gol, kemenangan, dan prestasi. Meski, hal itu tak mudah, terbukti ia sudah dua kali gagal membawa City memenangi Liga Champions Eropa.

    “Jika saya merasa tidak ada ruang lagi untuk mengembangkan kemampuan tim, saya tidak akan melanjutkan kerja di sini,” kata Guardiola.

    "Masih ada kesenjangan dalam hal usaha perbaikan. Tapi, masih terasa menyenangkan mereka melatih mereka dam pemain juga tetap senang bersama-sama menampilkan bentuk permainan yang diinginkan,” Guardiola melanjutkan.

    Musim lalu, Manchester City mencetak rekor poin tertinggi yang dilakukan sebuah tim Liga Primer Inggris dalam satu kesempatan kompetisi liga, yakni 100 poin.

    Manchester City saat itu juga menceak selisih poin paling besar di antara urutan pertama dan kedua di Liga Primer Inggris yakni 19 poin. Produktivitas gol tertinggi, 106, selisih gol terbesar, +79, kemenangan terbanyak, 32, dan kemenangan beruntun paling panjang, 18 kali.

    Jika bisa menyapu bersih tiga partai terakhir dengan kemenangan, termasuk di kandang Burnley malam ini, Manchester City juga masih tergolong dahsyat. Mereka akan juara lagi dengan poin maksimal 98, yang juga belum pernah diraih klub lain dalam Liga Primer Inggris.

    Akankah Burnley malam ini sanggup merusak ide kesempurnaan Pep Guardiola di Manchester City itu?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.