Semifinal Liga Champions: Jadwal Lengkap dan Performa Keempat Tim

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barcelona. REUTERS/Juan Medina

    Barcelona. REUTERS/Juan Medina

    TEMPO.CO, Jakarta - Jadwal semifinal Liga Champions akan bergulir mulai pekan ini. Barcelona akan menghadapi Liverpool, sedangkan Tottenham Hotspur akan melawan Ajax Amsterdam.

    Berikut performa terkini keempat tim:

    Barcelona
    Hasil terbaru: Barcelona 1-0 Levante (27 April). Lionel Messi mencetak satu-satunya gol. Hasil ini mengantar mereka menjuarai La Liga Spanyol.
    Prestasi di Liga Champions: 5 kali juara, 3 kali runner-up. Terakhir kali juara pada 2015. Musim lalu, tersingkir di perempat final.

    Liverpool
    Hasil terbaru: Liverpool 5-0 Huddersfield Town (26 April). Hasil itu membuat mereka sempat merebut puncak klasemen Liga Inggris, tapi sehari kemudian kembali digeser Manchester City yang unggul satu poin.
    Prestasi Liga Champions: 5 kali juara, 3 kali runner-up. Terakhir kali juara pada 2005. Musim lalu jadi runner-up.

    Tottenham
    Hasil terbaru: Tottenham 0-1 West Ham (27 April). Hasil itu tak mengubah posisi tim dari urutan ketiga klasemen Liga Inggris.
    Prestasi Liga Champions: Belum pernah juara dan runner-up. Musim lalu tersingkir di babak 16 besar.

    Ajax
    Hasil terbaru: Ajax 4-2 Vitesse (23 April). Mereka memuncaki klasemen dengan nilai sama dengan PSV Eindhoven.
    Prestasi Liga Champions: 4 kali juara, 2 kali runner-up. Terakhir kali juara pada 1995. Musim lalu tersingkir di babak kualifikasi.

    Jadwal semifinal Liga Champions

    Leg pertama
    Rabu, 01 Mei 2019
    Tottenham vs Ajax | 02:00 WIB (RCTI)

    Kamis, 02 Mei 2019
    Barcelona vs Liverpool | 02:00 WIB (RCTI)

    Leg kedua

    Rabu, 08 Mei 2019
    Liverpool vs Barcelona | 02:00 WIB (RCTI)

    Kamis, 09 Mei 2019
    Ajax vs Tottenham | 02:00 WIB (RCTI).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.