Piala AFC: Persija Dapat Tambahan Amunisi Jelang Lawan Becamex

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persebaya, Rishadi Fauzi, melakukan selebrasi setelah menjebol gawang Persija dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018. Hasil imbang ini juga membuat Persebaya berada di peringkat ke-14 dengan 15 poin dari 12 kali bertanding.  ANTARA

    Pemain Persebaya, Rishadi Fauzi, melakukan selebrasi setelah menjebol gawang Persija dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018. Hasil imbang ini juga membuat Persebaya berada di peringkat ke-14 dengan 15 poin dari 12 kali bertanding. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Persija Jakarta mendapatkan amunisi tambahan menjelang menghadapi Becamex Binh Duong dalam laga kelima Grup G Piala AFC 2019 di Go Dau Stadium, Vietnam, Rabu, 1 Mei 2019. Pasalnya satu pemain dipastikan bisa kembali bermain pada laga itu.

    Adalah Rishadi Fauzi menegaskan perkembangan cederanya semakin baik. Bahkan, namanya termasuk 18 pemain yang dibawa Ivan Kolev ke Vietnam.

    “Memang ada satu setengah bulan tidak ada kegiatan sama sekali. Sekarang sudah sepekan terakhir bisa latihan. Menurut USG, ada sedikit robekan otot dan dokter bilang lambat laun akan sembuh. Harus sering-sering dibawa gerak supaya bisa lebih membaik lagi,” katanya.

    “Dokter sudah memberi izin latihan normal, tinggal bagaimana di pertandingan. Saya, sebagai pemain profesional, tentunya harus siap. Jika pelatih minta, saya di sini untuk kerja. Mungkin dari segi kondisi belum pulih sepenuhnya,” katanya melanjutkan.

    Mantan pemain Persebaya Surabaya ini menegaskan dirinya sangat siap bila nantinya Ivan Kolev akan menurunkannya. “Kalau secara profesional disuruh main ya saya siap.  Bagaimanapun saya di sini kerja buat Persija. Mungkin karena saya baru gabung latihan lagi, belum 100 persen jadinya,” kata pemain Persija ini.

    PERSIJA.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.