Camp Nou, Altar Suci Sepak Bola Barcelona

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Striker Barcelona, Lionel Messi, mengeksekusi tendangan bebas dan berhasil menjebol gawang PSV Eindhoven saat bertanding dalam penyisihan Grup B Liga Champions di Camp Nou, Barcelona, Spanyol, 18 September 2018. REUTERS/Albert Gea

    Striker Barcelona, Lionel Messi, mengeksekusi tendangan bebas dan berhasil menjebol gawang PSV Eindhoven saat bertanding dalam penyisihan Grup B Liga Champions di Camp Nou, Barcelona, Spanyol, 18 September 2018. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Barcelona FC tak pernah terkalahkan di Stadion Camp Nou pada 31 pertandingan terakhir  mereka dalam Liga Champions. Faktor daya magis stadion ini menjadi tantangan tersendiri buat Liverpool pada dinihari nanti, Kamis 2 Mei 2019, pada pertandingan pertemuan pertama babak semifinal Liga Champions.

    Lionel Messi dan kawan-kawan boleh tersingkir seperti ketika melawan AS Roma dalam pertandingan kandang-tandang perempat final Liga Champions musim lalu. Tapi, seperti tidak boleh kalah di Camp Nou.

    Orang-orang Eropa suka menyebutnya Nou Camp. Apapun penyebutannya, stadion ini adalah salah satu ikon utama dari Kota Barcelona, ibukota Provinsi Catalan di Spanyol.

    Olimpiade Musim Panas 1992 berlangsung di Barcelona, tapi pembukaan dan penutupannya tidak berlangsung di Camp Nou, melainkan di Stadion Montjuic yang indah itu, karena terletak di kawasan kastil kuno dan tepi laut. Dulu, klub tetangga Barcelona FC, yaitu Espanyol –yang pernah diperkuat Mauricio Pochettino sebagai pemain- bermarkas di sana sebelum kemudian membangun stadion sendiri di tempat lain.

    Tapi, Nou Camp tetap menjadi magnet buat para turis dan peliput Olimpiade 1992 untuk mendatanginya. Apalagi, cabang sepak bola dalam pesta olahraga multicabang terbesar di dunia pada 1992 itu berlangsung di sana.

    Stadion Camp Nou, Barcelona.

    Dengan kapasitas sekarang, yaitu 99.354 penonton, Camp Nou adalah stadion terbesar di Spanyol dan Eropa serta stadion dengan kapasitas terbesar ketiga di dunia.

    “Jika Barcelona FC bertanding di Camp Nou, sebagian warga kota ini akan menuju ke sana dan sebagian lain akan merayakan pertandingan itu di jalan-jalan,” kata seorang supir taksi yang membawa kami dari kawasan La Rambla menuju kawasan Montjuic puluhan tahun lalu.

    Camp Nou tak ubahnya sebuah gedung teater sebagaimana tempat-tempat pentas kesenian yang bertebaran di ibukota Catalan ini. Di sisi lain bagaikan sebuah bangunan altar suci bagi yang menggap sepak bola adalah segala-galanya.

    Dan, karena hampir semua warga Barcelona mencintai sepak bola, maka Camp Nou sudah diproyeksikan akan direnovasi agar memuat  105.000 penonton.

    Camp Nou sekarang adalah sebuah stadion baru yang dibangun untuk menghormati bintang Barcelona masa lalu, Ladislao Kubala. Permainannya menyedot perhatian penonton, tapi kapasitas stadion di Les Corts, satu dari 10 distrik yang ada di kota Barcelona, hanya bisa memuat 48 ribu orang. Suporter Barca meminta stadion baru, maka dibangunlah Camp Nou, yang memakan waktu tiga tahun, 1954-1957.

    Untuk mencapai Camp Nou bisa memakai kereta bawah tanah dengan trayek menuju Les Corts.

    Pembangun dan pengembangan Camp Nou sampai menelan biaya sekitar Rp 32 triliun. Tapi, karena kecintaan warga Barcelona terhadap sepak bola –apalagi dengan sosok Lionel Messi sekarang-, biaya sebesar itu dengan cepat terbayar dari pemasukan karcis penonton, iklan, dan segi-segi komersial lain di seputaran stadion ini.

    Akankah Liverpool dinihari nanti bisa seperti Bayern Munich, tim terakhir yang mengalahkan Barcelona di Camp Nou pada 2012-2013? Atau seperti Chelsea yang mencuri satu poin sehingga menyingkirkan Barcelona melalui sontekan gol Fernando Torres di Camp Nou?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.