Rahim Soekasah Kritik Kebijakan Naturalisasi Pemain oleh PSSI

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rahim Soekasah. (couriermail.com.au)

    Rahim Soekasah. (couriermail.com.au)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur klub Brisbane Roar FC Rahim Soekasah menilai kebijakan naturalisasi pemain yang dilakukan federasi sepak bola Indonesia tidak tepat. Ia mengatakan naturalisasi pemain harus memiliki keterkaitan atau garis keturunan dari Indonesia.

    Baca: Rahim Soekasah Diusung Jadi Calon Ketua Umum PSSI

    Saat ini, menurut dia, yang terjadi sebaliknya. Ia menyatakan tidak sedikit pemain asing yang melakukan naturalisasi tidak mempunyai kaitan sama sekali dengan Indonesia. "Orang Afrika jadi Indonesia, tidak nyambung," ucap Rahim di Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019.

    Ia mencontohkan, sosok yang bisa dilakukan naturalisasi menjadi pemain Indonesia ialah pemain Inter Milan asal Belgia, yakni Raja Nainggolan. Sebab, ucap Rahim, Nainggolan memiliki garis keturunan Indonesia yang jelas dari salah satu orang tuanya.

    Baca: KLB PSSI Digelar 13 Juli 2019, Belum Akan Pilih Ketua Umum

    Tak hanya itu, Rahim juga mempertanyakan kontribusi dari pemain naturalisasi yang membela tim nasional Indonesia. Menurut dia, keberadaan mereka hingga kini belum bisa mengangkat prestasi tim nasional. Ironisnya, Rahim termasuk sosok yang punya andil dalam kebijakan naturalisasi pemain asing. "Realisasinya ada yang salah," ucap mantan Ketua Badan Tim Nasional.

    Melihat prestasi tim nasional Indonesia yang stagnan, Rahim tergerak untuk bersaing menjadi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Ketum PSSI). Ia menyatakan salah satu alasan mendeklarasikan diri maju dalam pencalonan Ketum PSSI karena prihatin melihat prestasi Timnas. "Saya mau angkat prestasi Timnas Indonesia seperti dulu," kata dia.

    Baca: PSSI Tunjuk Iwan Budianto Jadi Pelaksana Tugas Ketua Umum

    Rahim bukan sosok baru dalam sepak bola Indonesia. Sebelum menjabat sebagai Direktur klub Brisbane Roar FC, ia merupakan mantan manajer Timnas Indonesia U-23 di era Ketum PSSI Nurdin Halid. Namun sosoknya amat terkenal saat mengelola Pelita Jaya di masa Liga Sepak Bola Utama (Galatama).

    Ia pun dikenal dekat dengan sosok Nirwan Bakrie. Brisbane Roar yang merupakan klub Liga Utama Australia dimiliki oleh Bakrie Grup. Meski demikian, Rahim tak canggung bila namanya kerap dikaitkan dengan Nirwan Bakrie. "Saya bersahabat dengan dia (Nirwan). Apa salahnya," ucap Rahim.

    Rahim justru amat mengapresiasi kontribusi yang sudah dilakukan Nirwan terhadap PSSI. "Dia buat Stadion Lebak Bulus. Kalau ada yang bilang dia jelek-jelek itu karena tidak suka, yang netral tahu sosok dia sebenarnya," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.