Membantu Wasit, Bhayangkara FC Dukung Penggunaan VAR

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Bhayangkara FC, Ilham Udin Armaiyn (kiri) mencoba melewati kiper Mitra Kukar, Gerri Mandagi pada pertandingan Grub B Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin 11 Maret 2019. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Bhayangkara FC dengan skor 2-1 atas Mitra Kukar, gol Bhayangkara dicetak oleh Anderson Aparecido Salles dan Herman Dzumaho sedangkan satu gol Mitra Kukar dicetak oleh Achmad Faris Ardiansyah. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pemain Bhayangkara FC, Ilham Udin Armaiyn (kiri) mencoba melewati kiper Mitra Kukar, Gerri Mandagi pada pertandingan Grub B Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin 11 Maret 2019. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Bhayangkara FC dengan skor 2-1 atas Mitra Kukar, gol Bhayangkara dicetak oleh Anderson Aparecido Salles dan Herman Dzumaho sedangkan satu gol Mitra Kukar dicetak oleh Achmad Faris Ardiansyah. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Bhayangkara FC Alfredo Vera mendukung penggunaan Video Assistant Referee (VAR) atau teknologi rekaman video sebagai alat bantu wasit untuk memberikan keputusan yang adil dalam setiap pertandingan.

    Alfredo Vera mendukung penggunaan VAR menanggapi gol Bhayangkara yang tidak disahkan wasit pada pertandingan melawan tuan rumah PSM pada leg kedua Piala Indonesia dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoangin Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.

    "Saya kira memang akan lebih bagus kalau ada VAR. Kalau bisa diterapkan tentu bagus," katanya.

    Ia mengungkapkan dirinya tidak suka bicara sesuatu seperti itu (menyalahkan wasit atas hasil negatif). Ia secara pribadi juga bisa memahami jika wasit melakukan keputusan yang salah karena jauh dari lokasi.

    Hanya saja, kata dia, harusnya jika bingung atau tidak melihat secara jelas apakah sudah gol atau tidak, harusnya wasit bertanya ke hakim garis.

    Meski kecewa dengan keputusan wasit tidak mengakui gol Bhayangkara FC, ia mengaku tidak mau terlalu memikirkan. "Intinya saya tidak tahu, tidak mau terlalu pikiran. Walaupun kita banyak bicara, tidak akan berubah," kata mantan pelatih Persebaya Surabaya itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?