Piala Indonesia, Riko: Persija Tak Ciut Lawan Bali United

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Persija, Riko Simanjuntak (kiri) berebut bola atas dengan pesepakbola Ceres Negros dalam laga lanjutan grup G AFC Cup 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 23 April 2019. Gol Persija datang pada menit 49 dan menit 57, yang dicetak Sandi Sute dan Bruno Matos. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pesepakbola Persija, Riko Simanjuntak (kiri) berebut bola atas dengan pesepakbola Ceres Negros dalam laga lanjutan grup G AFC Cup 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 23 April 2019. Gol Persija datang pada menit 49 dan menit 57, yang dicetak Sandi Sute dan Bruno Matos. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyerang sayap Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, menegaskan timnya tidak ciut nyali menghadapi Bali United pada laga pertemuan kedua Piala Indonesia 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, hari ini, Minggu 5 Mei 2019. Walau pada laga itu, Persija dipastikan tampil dengan beberapa pemain teras yang terpaksa absen.

    “Lawan Bali United tentunya harus kita manfaatkan menang untuk lolos ke semifinal.  Meskipun banyak yang absen karena tidak terdaftar, tapi saya percaya kami bisa menang pada laga nanti. Sebagai pemain harus yakin,” kata Riko, Sabtu lalu.

    Pemain asal Sumatra Utara ini menegaskan wajib timnya untuk bangkit dan harus segera melupakan kekalahan lima kali beruntun pada  lima laga terakhir Macan Kemayoran.

    “Ini adalah situasi sepak bola, ada menang ada kalah. Ini bukan akhir dari segalanya, karena kompetisi belum mulai. Semoga bisa lebih baik lagi di Liga nanti dan bisa juara lagi,” Riko menambahkan.

    Apalagi diyakininya kemenangan dari Bali United akan meningkatkan rasa percaya diri timnya. “Semoga bisa naikan percaya diri kita bahwa kita bisa lalui ini semua dan kita bisa menang lawan Bali,” kata Riko Simanjuntak.

    PERSIJA.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.