Jamu Leicester Dinihari Nanti, Manchester City Harus Menang

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Manchester City Pep Guardiola memberikan instruksi pada Leroy Saneketika dalam laga lanjutan Liga Inggris melawan Watford di Stadion Etihad, Inggris, Ahad dinihari, 10 Maret 2019. REUTERS

    Pelatih Manchester City Pep Guardiola memberikan instruksi pada Leroy Saneketika dalam laga lanjutan Liga Inggris melawan Watford di Stadion Etihad, Inggris, Ahad dinihari, 10 Maret 2019. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pep Guardiola memang belum bisa membawa Manchester City menjuarai Liga Champions, trofi antarklub Eropa yang menjadi obsesi klub ini sejak didanai Abu Dhabi United Group pada 2008.

    Tapi, Guardiola untuk sementara melupakan obsesi Liga Champions dalam karier kepelatihannya selepas dari Barcelona. Pasalnya, saat ini yang ada dalam pikirannya hanya bagaimana bisa memenangi pertarungan sengit melawan Liverpool dalam perebutan gelar juara Liga Primer Inggris 2018-2019.

    Kuncinya ada pada pertandingan Manchester City melawan tamnya, Leicester City, di Stadion Etihad, dinihari nanti, Selasa 7 Mei 2019.

    Jika bisa mengalahkan Leicester dinihari nanti, Manchester City dalam posisi diunggulkan. Untuk amannya, mereka menang lagi melawan Brighton pada pertandingan terakhir musim ini.

    Dua kemenangan tersebut akan memastikan Manchester City untuk pertama kali menjuarai Liga Primer Inggris dua kali beruntun.

    Tapi, Liverpool masih punya kesempatan merebut gelar juara liga yang pertama buat mereka sejak era 1990-an, jika City gagal menang pada dinihari nanti.

    Situasi memang sangat genting dengan posisi Liverpool sedang memimpin klasemen setelah menyelesaikan 37 pertandingan dengan nilai 94. Manchester City di urutan kedua dengan nilai 92 dari 36 laga.

    Menuju pertandingan terakhir, pekan ke-38, memang membuat Liverpool dan Manchester City tidak boleh terpeleset sedikit pun. Raihan tiga poin dari sebuah kemenangan ibarat sebuah harga mati dalam situasi seperti itu.

    Yang bikin tambah menegangkan adalah sosok sang tamu di Stadion Etihad, Manchester, dinihari nanti, yaitu peringkat ke-9 Leicester City.  Manajernya sekarang adalah mantan pengasuh Liverpool sebelum kedatangan Jurgen Klopp, yaitu Brendan Rodgers.

    Pekan lalu, Leicester yang sudah aman di urutan kesembilan sampai peringkat ke-11 dari 20 tim ini menghajar Arsenal 3-0 di kandangnya, King Power Stadium. Meski sekarang mereka tampil di kandang Manchester City, tapi kekuatan mantan juara liga ini ditambah faktor Brendan Rodgers bisa menjadi batu sandungan buat Pep Guardiola.     

    Melihat tren terakhir, Leicester City tidak mudah ditundukkan dan jika dinihari nanti hasilnya adalah seri, akan membuat posisi Manchester City terpojok.

    Jika seri, Manchester City akan mengoleksi nilai 93 atau satu poin di belakang Liverpool. Hal itu akan menjadi petaka buat pasukan Pep Guardiola. Mereka akan kalah jika Liverpool mengalahkan Wolves pada laga terakhir.

    “Dari kualitas para rival, tidak diragukan lagi Liga Primer Inggris adalah liga terberat buat saya untuk mempertahankan gelar juara,” kata mantan manajer Barcelona dan Bayern Munich ini. “Itu mengapa berada di sana (puncak klasemen) adalah hal menakjubkan.”

    Siapapun yang akan menjadi peringkat kedua pada akhirnya nanti akan menjadi runner-up dengan raihan poin tertinggi sepanjang sejarah Liga Primer Inggris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.