Matthijs de Ligt Tolak Tawaran Manchester United

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Ajax Matthijs de Ligt, Daley Blind, dan Dusan Tadic melakukan selebrasi usai mengalahkan Juventus di laga kedua peremapt final Liga Champions, di Allianz Stadium, Turin, 17 April 2019. REUTERS/Alberto Lingria

    Pemain Ajax Matthijs de Ligt, Daley Blind, dan Dusan Tadic melakukan selebrasi usai mengalahkan Juventus di laga kedua peremapt final Liga Champions, di Allianz Stadium, Turin, 17 April 2019. REUTERS/Alberto Lingria

    TEMPO.CO, Jakarta - Bek muda Ajax Amsterdam, Matthjis de Ligt, dikabarkan telah menolak pinangan Manchester United. Padahal Manchester United disebut memberikan tawaran gaji tertinggi sejauh ini kepada bek berusia 19 tahun itu.

    Media Inggris Daily Star menyebutkan bahwa De Ligt menolak tawaran gaji sebesar 250 ribu pound sterling yang disodorkan Manchester United dalam kontrak berdurasi lima tahun. Dengan gaji sebesar itu, De Ligt bisa menjadi pemain muda dengan gaji tertinggi di Liga Inggris.

    Menurut sumber Daily Star yang dekat dengan De Ligt, dia menolak penawaran tersebut karena tak yakin dengan prospek Manchester United ke depannya.

    Dia juga merasa berada di atas angin karena diinginkan oleh banyak klub besar Eropa. De Ligt masih akan menunggu proposal penawaran dari klub seperti Bayern Munchen, PSG, Real Madrid hingga Barcelona.

    Manchester United sendiri dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga 60 juta pound sterling untuk membeli De Ligt dari Ajax Amsterdam. Dia merupakan target utama Manajer Ole Gunnar Solskjaer untuk melakukan perombakan di skuad Setan Merah.

    De Ligt sendiri menjadi buruan tim-tim besar setelah sukses membawa Ajax Amsterdam mencapai semifinal Liga Champions. Mereka bahkan berpeluang tampil di final setelah memenangkan laga pertama semifinal di markas Tottenham Hotspur dengan skor 1-0.

    DAILY STAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.