Liga Champions: Liverpool Vs Barcelona 4-0, Simak 7 Fakta Menarik

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. REUTERS/Albert Gea

    Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, JakartaLiverpool tampil sensasional dan lolos ke final Liga Champions dengan menyingkirkan Barcelona. Sudah tertinggal 0-3 pada pertemuan pertama tim asuhan Juergen Klopp itu mampu meraih kemenangan 4-0 di Anfield, Rabu dinihari WIB, 8 Mei 2019. The Reds lolos dengan skor agregat 4-3.

    Divock Origi dan Georginio Wijnaldum sama-sama menyumbang dua gol di laga ini. Origi menjebol gawang Marc-Andre ter Stegen pada menit ketujuh dan 79. Sedangkan gol Wijnaldum tercipta pada menit ke-54 dan 56.

    Berikut sejumlah fakta terkait laga ini dan hasilnya:

    - Liverpool menjadi tim Inggris kedua yang lolos ke final Liga Champions secara beruntun, setelah Manchester United pada 2008 dan 2009.

    - Liverpool lolos ke final untuk kesembilan kalinya. Mereka hanya kalah oleh Real Madrid (16), Milan (11), dan Bayern Munchen (10).

    - Liverpool menjadi tim pertama yang lolos ke final setelah tertinggal dengan skor 3 atau lebih di leg pertama.

    - Trent Alexander-Arnold menyumbang assist buat gol pertama Origi di laga ini. Ia pun kini menjadi pemberi assist terbanyak (12) buat Liverpool di semua kompetisi.

    - Georginio Wijnaldum masuk menggantikan Andrew Robertson pada menit ke-47. Ia menjadi pemain pengganti pertama yang mencetak dua gol ke gawang Barcelona. Sebagai pemain cadangan yang memborong dua gol buat Liverpool, ia mengulang sukses Ryan Babel saat melawan Besiktas pada 2007. Kini Wijnaldum sudah mencetak tiga gol di Liga Champions.

    - Divock Origi mencetak gol pertamanya di Liga Champions. Ia menjadi pemain ke-50 yang mampu menjebol gawang lawan di kompetisi ini. Bila digabung dengan gol di Liga Europa, ia kini sudah menyumbang empat gol buat Liverpool.

    - Sebelumnya hanya ada tiga tim yang tersingkir dari babak gugur Liga Champions setelah unggul tiga gol atau lebih di leg pertama. Barcelona mengalaminya untuk kedua kali secara beruntun. Musim lalu mereka unggul 4-1 dalam leg pertama tapi kemudian tersingkir karena kalah 3-0 dalam pertemuan kedua melawan Roma.

    - Barcelona mengalami salah satu kekalahan terbesar dalam sejarahnya di Liga Champions: 0-4 vs Milan (1994), 0-4 vs Dynamo Kiev (1997), 0-4 vs Bayern (2013), 0-4 vs PSG (2017), 0-4 vs Liverpool (2019).

    Tonton juga: Kejar Skor Barcelona, Liverpool ke Final Liga Champions

    UEFA | OPTA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Peluru Tajam di Malam Jahanam Kerusuhan 22 Mei 2019

    Dalam kerusuhan 22 Mei 2019, empat orang tewas dengan luka mirip bekas tembakan. Seseorang diduga tertembak peluru tajam.