Ratu Tisha Temui Pengurus FA Inggris Kamis Ini, Apa Agendanya?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Tisha Destria, Sekjen (Sekretaris Jendral) Federasi Sepakbola Indonesia PSSI saat ditemui dikantor PSSI dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 20 Juli 2017. TEMPO/Nurdiansah

    Ratu Tisha Destria, Sekjen (Sekretaris Jendral) Federasi Sepakbola Indonesia PSSI saat ditemui dikantor PSSI dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 20 Juli 2017. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - PSSI, yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Ratu Tisha Destria, menyaksikan laga Garuda Select melawan Leicester City U-17 di Lapangan Holmes Park, Leicester, Inggris, Senin, 6 Mei 2019. Dalam laga tersebut David Maulana dan kawan-kawan bermain imbang 2-2.

    Ratu Tisha hadir bersama dengan pelatih Tim Nasional U-19, Fakhri Husaini. Fakhri juga memimpin tim Garuda Select pada laga ini. Selain itu, turut hadir Direktur Teknis Program Garuda Select, Dennis Wise, pelatih Des Walker, dan Super Soccer TV Business Development Director, Mirwan Suwarso.

    Seusai laga tersebut, Ratu Tisha mengatakan bahwa dia memiliki dua agenda saat datang ke Inggris. Agenda pertama ialah untuk memantau perkembangan dari program Garuda Select.

    Sekjen PSSI, Ratu Tisha, saat menyaksikan Garuda Select melawa Leicester City U-17 di Holmes Park, Inggris (pssi.org)

    “Pertama, memantau perkembangan Garuda Select ini. Program Garuda Select bagian dari program Elite Pro Academy. Kami membangun kompetisi elite youth. Jadi pemain muda yang sudah di level atas tidak bercampur, tidak bermain lagi dengan yang amatir, dibentuklah Elite Pro Academy,” ucap Tisha.

    “Nah, kami bisa saja menunggu Elite Pro Academy ini mempunyai infrastruktur yang bagus, coaching staf yang bagus, program latih tanding yang bagus, tetapi mungkin baru 30 tahun lagi bisa target untuk masuk Piala Dunia,” kata Tisha.

    “Sedangkan kami punya target 2030 harus masuk Piala Dunia ketika PSSI berumur 100 tahun dan 2024 harus lolos Olimpiade. Maka, perlu satu program percepatan, program percepatan ini yang melengkapi program Elite Pro Academy ini, yaitu Garuda Select,” ujarnya.

    Tisha sekaligus ingin memastikan bahwa apa yang diterapkan sesuai atau segaris dengan cita-cita PSSI.

    “Saya ke sini untuk memantau sekaligus memastikan bahwa seluruh hal yang diterapkan di sini implementasinya, konsepnya, SOP-nya, itu sesuai dengan garis yang PSSI mau sampai menuju cita-cita kami di Olimpiade 2024,” katanya.

    “Saya akan bertemu satu-satu dengan staf pelatih yang dipimpin oleh Dennis Wise dan Des Walker, juga dengan pelatih fisik, sains. Kami lihat apa juga yang bisa dibawa dan memungkinkan untuk dibawa secara infrastruktur untuk timnas Indonesia, untuk manajemen, dan akademinya untuk Elite Pro Academy,” ia melanjutkan.

    “Mungkin nanti tahun ini atau tahun depan kamu bisa membawa CEO Elite Pro Academy atau para direktur akademi Liga 1 untuk bisa memantau fasilitas di sini,” ia menambahkan.

    Selain itu, agenda Ratu Tisha yang kedua adalah bertemu dengan pihak Asosiasi Sepak Bola Inggris atau FA. Dia dijadwalkan akan bertemu dengan pihak FA pada Kamis, 9 Mei 2019.

    “Kedua, agendanya adalah strategic partnership dengan FA. Sudah kira-kira lima bulan ini anak-anak Garuda Select di sini, setiap kali pertandingan adalah pertandingan level internasional yang melibatkan dari kedua negara,” ucapnya.

    Ratu Tisha mengatakan PSSI fokus melakukan pengembangan wasit dan pemain usia muda. “Sekarang, PSSI bekerja sama di dua area, yaitu pengembangan pemain usia muda dan pengembangan wasit. Tanggal 9 Mei, saya bertemu dengan pihak FA, karena program ini berjalan atas izin dan kerja sama dengan mereka.”

    PSSI.ORG

       


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.