Latihan Saat Ramadan, Persebaya Lebih Bertenaga

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persebaya Surabaya Hansamu Yama Pranata (kanan) dan Imam Arif memakai kostum kandang saat peluncuran kostum Persebaya pada ajang Surabaya Fashion Parade (SFP) 2019 di Convention Hall Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24 April 2019). Persebaya Surabaya meluncurkan kostum terbaru yang akan digunakan pada laga kandang maupun tandang untuk kompetisi Liga 1 musim 2019. ANTARA/Moch Asim

    Pemain Persebaya Surabaya Hansamu Yama Pranata (kanan) dan Imam Arif memakai kostum kandang saat peluncuran kostum Persebaya pada ajang Surabaya Fashion Parade (SFP) 2019 di Convention Hall Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24 April 2019). Persebaya Surabaya meluncurkan kostum terbaru yang akan digunakan pada laga kandang maupun tandang untuk kompetisi Liga 1 musim 2019. ANTARA/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pemain Persebaya sudah beradaptasi melakoni latihan saat menjalani puasa Ramadan. Pergerakan Ruben Karel Sanadi dan kawan-kawan dinilai lebih bertenaga pada hari kedua latihan di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu sore, 8 Mei 2019. Kondisi itu sangat mendukung program pelatih Djadjang Nurdjaman memoles taktik dalam berbagai formasi permainan.

    Dalam sesi latihan itu, beberapa pemain Persebaya yang absen pada latihan pada Selasa  sudah bergabung. Amido Balde, Damian Lizio, Irfan Jaya, dan Osvaldo Haay terlihat di lapangan.

    Namun, lima pemain lainnya, Misbakus Solikin, Abu Rizal Maulana, Fandi Eko Utomo, Oktafianus Fernando, dan Otavio Dutra izin. Mereka mewakili tim Persebaya untuk acara pisah dan sambut Kapolrestabes Surabaya. Hanya duo gelandang Nelson Alom dan Manuchehr Jalilov yang belum bergabung.

    “Secara umum sudah terlihat adaptasinya dalam menjalani latihan di bulan ramadan ini, termasuk yang absen di latihan hari pertama kemarin. Sudah bisa mengikuti, meski belum 100 persen. Tetapi, tidak terlihat pergerakan pemain yang kaku,” jelas Djanur seusai latihan.

    Djanur membeberkan skuad Bajul Ijo tetap digenjot materi takti. Menurutnya materi ini tak hanya sebagai pemantapan tim menghadapi laga uji coba melawan Persela Lamongan Sabtu, 11 Mei 2019, tapi juga untuk terjun di Liga 1.

    “Saya rasa kami harus terus mematangkan taktikal, karena sudah tidak ada waktu lagi. Pertandingan melawan Persela sudah dekat. Kami mulai dengan defence, kemudian menyerang. Dan kami terapkan dengan formasi yang berbeda-beda,” ungkap Djanur.

    Mantan pelatih Persib Bandung ini menyebutkan hasil latihan bakal dipraktekan saat melawan Persela di ajang bertajuk Jogo Suroboyo Game. Meski tidak dapat menurunkan kekuatan terbaik, Djanur optimistis para pemain dapat menjalankan instruksinya dengan baik. “Targetnya melawan Persela lebih kepada penerapan apa yang sudah pemain lakukan selama latihan. Kami ingin aplikasikan di uji coba nanti,” kata Djadjang Nurdjaman.

    PERSEBAYA.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.