Solskjaer Malu Pemain MU Dapat Tepuk Tangan dari Suporter

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer. Reuters/Carl Recine

    Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer. Reuters/Carl Recine

    TEMPO.CO, JakartaOle Gunnar Solskjaer mengaku malu saat suporter Manchester United memberikan tepuk tangan untuk pemain setelah kalah 0-2 dari Cardiff dalam laga terakhir Liga Inggris di Old Trafford.

    Manchester United mengakhiri musim dengan mengecewakan ketika mereka dikalahkan oleh tim yang sudah terdegradasi, Cardiff.

    Baca: Liga Inggris Sudah Tuntas, Simak 10 Fakta Menarik Ini

    United kalah untuk kedelapan kalinya dalam 12 pertandingan saat dua gol pemain Cardiff, Nathaniel Mendez-Laing memastikan Setan Merah finis di urutan keenam di Liga Premier Inggris, terpaut 32 poin di belakang juara Manchester City.

    Solskjaer sadar bahwa memperkecil jarak dengan klub-klub rival akan mendapatkan rintangan yang cukup besar, tapi ia yakin timnya bisa bangkit kembali musim depan.

    Baca: Usai Juara Liga Inggris, Man City Masih Kejar Satu Trofi Lagi

    "Kami bukan klub yang seharusnya berada di urutan keenam," kata pelatih asal Norwegia tersebut kepada Sky Sports, Senin. "Di situlah kami saat ini, tetapi kami siap untuk itu, para penggemar, pendukung juga siap hari ini."

    "Memalukan ketika Anda berjalan keluar lapangan dan mendapatkan dukungan yang dari para suporter. Itulah dasar klub ini, fondasinya sangat bagus, kami akan kembali lagi."

    "Anda tidak akan pernah tahu posisi berapa kita akan finis, tetapi jelas kita berada di urutan keenam, itu bukan posisi yang kita inginkan," tambahnya. "Ini tentang tim yang solid, sistem yang cocok, pemain-pemain yang bugar, ada banyak faktor yang berbeda."

    "Ada pemain bagus di sini yang telah melalui musim sulit, ada berbagai alasan berbeda bahwa mereka belum memiliki musim yang baik. Mungkin itu kesalahan mereka, kesalahan kami, atau kesalahan klub, semua orang akan melihat diri mereka sendiri dan mengatakan mereka bisa melakukan yang lebih baik."

    Solskjaer kini telah mengalihkan fokusnya untuk posisi empat besar dan trofi domestik pada musim depan. Manchester United akan memulai Liga Europa musim 2019-20 menjelang akhir Juli tergantung pada hasil final Piala FA.

    "Kami terbiasa bersaing untuk trofi Liga Premier Inggris dan itu tidak bisa kami lakukan dalam waktu dekat," katanya. "Secara realistis, kita harus menargetkan posisi empat besar dan satu trofi lagi."



     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Peluru Tajam di Malam Jahanam Kerusuhan 22 Mei 2019

    Dalam kerusuhan 22 Mei 2019, empat orang tewas dengan luka mirip bekas tembakan. Seseorang diduga tertembak peluru tajam.