Liga 1, Persebaya Ubah Skema Hadapi Bali United

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman. (liga-indonesia.id)

    Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman. (liga-indonesia.id)

    Surabaya - Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, mengisyaratkan akan melakukan perubahan skema saat melawat ke kandang Bali United dalam laga pekan pertama Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis, 16 Mei 2019.
     
    Perubahan skema dilakukan mengingat sejumlah pemain pilarnya tak bisa diturunkan. "Sangat mungkin kami melakukan perubahan skema dan cara main," kata Djanur, sapaan Djadjang Nurdjaman, saat konferensi pers, Rabu, 15 Mei 2019.
     
    Pemain penting Persebaya yang tidak dibawa ke Bali antara lain Misbakus Solikin, Nelson Alom, Otavio Dutra, Oktafinaus Fernando, dan Amido Balde. Kecuali Balde yang terkendala masalah administrasi, mereka absen karena cedera.
     
    Manuchekhr Dzalilov, yang sebelumnya diragukan, akhirnya masuk dalam 18 pemain yang dibawa ke Bali. Namun, Djanur memastikan bahwa eks pemain Sriwijaya FC itu tidak akan masuk dalam starting line up. "Manu kami bawa tapi tidak ada di starting." 
     
    Djanur enggan membeberkan skema baru yang akan diterapkan pada pemainnya. Melihat komposisi 
    pemain yang ada, Djanur tampaknya akan menggunakan skema 3-4-3 dengan mengandalkan Osvaldo Haay di lini depan menggantika Balde.
     
    Skema tersebut sudah diterapkan Djanur saat beruji coba melawan Persela pada Sabtu pekan lalu. Dalam laga itu, tim berjulukan Green Force itu menang 2-1. Selama ini Persebaya menggunakan skema 4-3-3 dengan menekankan penguasaan bola.
     
    Soal kekuatan lawan, dia menilai Bali United melakukan penyegaran dengan mendatangkan pelatih dan pemain baru. Di tangan pelatih Stefano Cugurra Teco, Bali United tampil lebih baik. Djanur menyatakan siap meladeni permainan Bali United.
     
    NUR HADI

     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Peluru Tajam di Malam Jahanam Kerusuhan 22 Mei 2019

    Dalam kerusuhan 22 Mei 2019, empat orang tewas dengan luka mirip bekas tembakan. Seseorang diduga tertembak peluru tajam.