Loftus-Cheek Dipastikan Absen Bela Chelsea di Final Liga Eropa

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pemain Chelsea, Ruben Loftus-Cheek, saat menjebol gawang BATE Borisov dalam laga penyisihan Grup L di Stamford Bridge, Inggris, Kamis, 25 Oktober 2018. REUTERS/Eddie Keogh

    Aksi pemain Chelsea, Ruben Loftus-Cheek, saat menjebol gawang BATE Borisov dalam laga penyisihan Grup L di Stamford Bridge, Inggris, Kamis, 25 Oktober 2018. REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang muda Chelsea, Ruben Loftus-Cheek, dipastikan akan absen pada laga final Liga Eropa akhir bulan nanti. Loftus-Cheek mengalami cedera otot Achilles cukup parah pada laga persahabatan antara Chelsea vs New England di Amerika Serikat pada Kamis pagi 16 Mei 2019.

    Media Inggris Evening Standard menyebutkan bahwa Loftus-Cheek dipastikan harus absen paling tidak beberapa bulan untuk memulihkan cederanya tersebut.

    Loftus-Cheek mengalami cedera pada kaki kirinya saat babak kedua laga yang dimenangkan Chelsea 3-0 tersebut. Dia disebut terjatuh sendiri karena terpeleset saat babak kedua memasuki menit ke-20.

    Dia langsung dibopong keluar lapangan oleh dua orang anggota tim medis Chelsea. Dia juga terlihat meninggalkan Stadion Gillette dengan menggunakan tongkat dan kakinya menggunakan pengaman yang cukup besar.

    Bek Chelsea, Marcos Alonso, menyatakan bahwa cedera Loftus-Cheek tampak cukup parah. Namun dia berharap rekannya tersebut bisa segera pulih dan kembali bermain.

    "Itu tak terlihat cukup baik, jujur. Semoga, tidak akan terlalu buruk dan dia bisa berlari secepat mungkin," ujarnya.

    Meskipun masih harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut, namun dia dipastikan akan absen pada laga Liga Eropa kontra Arsenal 29 Mei mendatang dan juga laga final UEFA Nations League bersama Timnas Inggris bulan depan.

    EVENING STANDARD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.