Desakan Penuntasan Segera Kasus Mafia Bola PSSI Terus Bermunculan

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Ketua Umum PSSI Iwan Budianto meninggalkan gedung KPK usai diperiksa, di Jakarta, 11 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    Kepala Staf Ketua Umum PSSI Iwan Budianto meninggalkan gedung KPK usai diperiksa, di Jakarta, 11 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Perkumpulan Sepak Bola Indonesia Juara (SIJ) menyampaikan dukungannya kepada Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat mafia bola, tanpa pandang bulu.

    “Ini demi terwujudnya PSSI yang bersih dan berwibawa,” ungkap Juru Bicara SIJ Wandi Wanandi, kemarin.

    Salah satu pihak yang diduga terlibat mafia bola adalah Iwan Budianto yang kini menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), bahkan perkaranya sudah naik ke tahap penyidikan. Apabila tidak berani menyentuh IB, panggilan akrab Iwan Budianto, apakah bisa ditafsirkan Satgas 'masuk angin'? "Bisa jadi,” kata Wandi.

    Baca: Kasus Mafia Bola: Giliran Voters Minta Exco PSSI Diperiksa

    Menurut Wandi seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia harus bahu membahu mewujudkan kemajuan dan kejayaan sepak bola Indonesia. “Pemilu sudah usai, saatnya energi bangsa ini dimaksimalkan untuk hal-hal lain yang sama pentingnya, seperti kemajuan sepak bola Indonesia,” jelasnya.

    Di pihak lain, Wandi berharap PSSI bersikap terbuka. “SIJ mendorong PSSI untuk lebih terbuka menerima masukan dari masyarakat sepak bola, termasuk membuka lebar-lebar pintu masuk bagi Satgas untuk mengusut siapa pun pihak yang diduga terlibat,” ujarnya.

    Hal itu, jelas Wandi, perlu segera dilakukan agar dunia sepak bola Indonesia tidak kehilangan momentum dalam berbenah. Satgas Antimafia Bola sudah mengusut beberapa individu, termasuk mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono, dan berencana mengusut beberapa individu lain, termasuk IB, sehingga diharapkan dapat mengurai benang kusut persepakbolaan Indonesia, khususnya soal mafia dan match fixing (pengaturan skor pertandingan). “Jangan sampai momentum yang sudah bagus ini hilang begitu saja karena energi kita larut dan tersedot ke hal-hal lain,” terangnya.

    Baca: Percepat Kongres Luar Biasa PSSI

    Kasus mafia bola berupa duagan suap yang menyeret Iwan ini bermula dari laporan mantan Manajer Tim Perseba Bangkalan, Imron Abdul Fattah, pada delapan besar Piala Soeratin 2009, awal Januari lalu. Saat itu Imron mengucurkan dana Rp 140 juta sebagai setoran untuk menjadi tuan rumah fase delapan besar. Satgas menemukan adanya aliran dana kepada Iwan dan jajarannya ketika masih menjabat Ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) 2009.

    Satgas menyatakan IB bisa menjadi tersangka kasus ini. Namun polisi masih melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini sudah naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Dalam waktu dekat Iwan akan dipanggil kepolisian. Iwan pun siap kooperatif.

    Selain Iwan, kasus ini juga menyeret manajer Madura United, Haruna Soemitro, yang waktu itu menjabat Ketua Pengda PSSI Jawa Timur. Setoran uang dari Imron diduga prosesnya melewati Haruna.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Peluru Tajam di Malam Jahanam Kerusuhan 22 Mei 2019

    Dalam kerusuhan 22 Mei 2019, empat orang tewas dengan luka mirip bekas tembakan. Seseorang diduga tertembak peluru tajam.