Begini Kata Ferguson pada Solskjaer Saat MU Keok di Laga Terakhir

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manajer MU Alex Ferguson (kanan) berbincang dengan Ole Gunnar Solskjaer dalam pelatihan di Kompleks pelatihan Carrington, Manchester, 6 November 2007. Ole pernah menjadi pelatih di klub Norwegia Molde, Cardiff City, dan Clausenengen U19. REUTERS/Phil Noble

    Manajer MU Alex Ferguson (kanan) berbincang dengan Ole Gunnar Solskjaer dalam pelatihan di Kompleks pelatihan Carrington, Manchester, 6 November 2007. Ole pernah menjadi pelatih di klub Norwegia Molde, Cardiff City, dan Clausenengen U19. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, Jakarta - Ini cerita tersisa dari kekalahan Manchester United di Liga terakhir Liga Inggris. Kekalahan tersebut disaksikan langsung oleh mantan pelatih MU, Sir Alex Ferguson.

    Man United keok 0-2 dalam laga pekan terakhir di Old Trafford. Mereka ditaklukkan oleh tim yang sudah terdegradasi, Cardiff City. Hasil itu membuat tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu hanya bisa menang dua kali dalam 12 laga terakhirnya di berbagai kompetisi.

    Dalam laga yang berlangsung pada 12 Mei itu, Ferguson hadir di tribun. Ia dikabarkan tampak kecewa bahkan ingin segera berlalu saat menyaksikan mantan tim asuhannya itu dipermalukan lawan.

    Namun, hal itu tak bisa dilakukan. Seusai laga itu ia harus menyerahkan penghargaan dari Robert Burns International Foundation, yayasan asal Hingaria tempat Ferguson menjabat Presiden Kehormatan.

    Menurut media Hungaria yang mendokumentasi acara seremoni penghargaan itu, Nemzeti Sport, Ferguson dan Solskjaer tampak sempat berbicara berdua. Ferguson hanya berkata pendek pada Solskjaer. "Nak! apakah itu?" Kalimat yang singkat tapi menusuk.

    Keduanya kemudian menikmati gelar anggur yang disodorkan Zoltan Magyar, pendiri yayasan itu. Ferguson, Solskjaer, dan asisten MU Mike Phelan sama-sama menyesap anggur itu. Magyar saat itu mengajak bersulang sambil berkata, "Minum untuk musim baru! Juga untuk kesehatan Sir Alex!"

    Solskjaer ditunjuk sebagai pelatih sementara menggantikan Jose Mourinho di tengah musim ini. Awalnya, MU tampil mengesankan di bawah arahannya. Namun, setelah statusnya ditetapkan jadi pelatih permanen, performa MU pun melorot. Si Setan Merah kemudian finis di posisi keenam dan hanya meraih tiket Liga Europa.

    METRO | MIRROR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.