Liga 1 2019: Arema Tak Diuntungkan Status Pengungsi Borneo FC

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hanif Sjahbandi dan rekan setimnya di Arema FC (kiri, pssi.org)

    Hanif Sjahbandi dan rekan setimnya di Arema FC (kiri, pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Borneo FC masih akan menjadi pengungsi saat menjamu Arema FC pada pekan kedua Shopee Liga 1 2019. Namun, gelandang Arema FC, Hanif Sjahbandi, tidak melihat situasi tersebut sebagai hal yang akan menguntungkan timnya.

    Borneo FC harus mengungsi dari Stadion Segiri yang saat ini masih dalam proses perawatan rumput. Pada laga kandang di pekan pertama, Pesut Etam harus menjamu Bhayangkara FC di Stadion Aji Imbut, Tenggarong.

    Stadion Aji Imbut juga akan dipakai oleh Borneo FC saat menjamu Singo Edan pada pekan kedua, Rabu, 22 Mei 2019, yang akan datang.

    "Kalau menurut saya itu sama saja. Borneo juga pasti berpikir bahwa itu tetap kandang mereka dan akan berusaha habis-habisan untuk mengambil poin penuh. Tidak ada pengaruhnya," ucap Hanif Sjahbandi.

    Terlepas dari di stadion mana laga akan digelar, Hanif merasa lawan Borneo FC akan sangat berat bagi timnya. Sebab, Arema FC baru saja menelan kekalahan pahit pada laga perdana Shopee Liga 1 2019 atas PSS Sleman dengan skor 1-3 pada Rabu, 15 Mei.

    Hanif menyebut kekalahan itu bakal membawa pengaruh mental pada skuad Arema FC. Namun, pemain Timnas Indonesia U-23 tersebut yakin bahwa rekan-rekannya juga siap untuk bangkit dan melupakan kekalahan.

    "Kalau menurut saya ada pengaruhnya karena laga awal itu sangat penting. Kami tidak mendapat poin seperti apa yang kami harapkan. Tapi, ini bukan akhir dan semua bisa berubah di laga besok dan seterusnya," kata pemain Arema FC asal Bandung ini.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.