Liga 1 2019: Persija Bidik Pertahankan Gelar dan Piala Indonesia

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Persija Jakarta Bruno Matos (ketiga kiri) melakukan selebrasi bersama rekannya usai menjebol gawang Shan United FC pada pertandingan Piala AFC 2019 di Stadion Utama GBK, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019. Persija membuka keunggulan lewat gol Bruno Matos di menit enam. ANTARA/Wahyu Putro A

    Pesepak bola Persija Jakarta Bruno Matos (ketiga kiri) melakukan selebrasi bersama rekannya usai menjebol gawang Shan United FC pada pertandingan Piala AFC 2019 di Stadion Utama GBK, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019. Persija membuka keunggulan lewat gol Bruno Matos di menit enam. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Persija Jakarta memasang target tinggi di Shopee Liga 1 2019. Macan Kemayoran bertekad mempertahankan gelar juara.

    Shopee Liga 1 2019 sudah mulai digelar pada 15 Mei lalu. Persija akan memulai debutnya pada 20 Mei mendatang dengan menghadapi Barito Putera.

    Presiden Persija Ferry Paulus menegaskan target mempertahankan gelar juara sudah dicanangkan sebelum kompetisi dimulai. Berbagai persiapan sudah dilakukan Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan.

    "Semua, bukan hanya pelatih saja, pemain bahkan ofisial yang lain punya klausal tersebut. Ada poin-poin reward dan juga punishment. Saya pikir, mungkin saya tidak tahu juga apa yang sudah disampaikan oleh Ivan Kolev (pelatih). Yang pasti kami mendatangkan Kolev untuk mempertahankan gelar juara," ujar Ferry.

    Persija juga berpeluang menjadi juara lewat Piala Indonesia karena saat ini sudah mencapai babak semifinal. Sesuai moto Persija, Champions Every Where, Persija ingin juara di semua ajang.

    "Di depan mata ada Piala Indonesia sudah semifinal, mudah-mudahan ini juga ada satu kontribusi yang baik, minimal kami sudah punya slot untuk memasuki AFC Cup," kata presiden Persija ini.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.