Di Gelora Bung Tomo, Persebaya Siap Lebih Ngotot Lawan Kalteng

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persebaya Surabaya Manuchehr Jalilov. Antara

    Pemain Persebaya Surabaya Manuchehr Jalilov. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, memiliki pekerjaan rumah yang harus diperbaiki usai timnya menelan kekalahan dari Bali United, Kamis, 16 Mei 2019. Dia langsung fokus membenahi kondisi mental dan konsentrasi pemain menjelang pertandingan kedua Shopee Liga 1 2019.

    Hal itu dilakukan Djanur guna membawa Persebaya mengamankan poin sempurna menghadapi Kalteng Putra di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa malam, 21 Mei. “Mentalitas pemain harus dikembalikan agar siap untuk laga berikutnya. Saya sampaikan soal perlunya menjaga konsentrasi, kami coba benahi,” katanya seusai memimpin latihan timnya di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, Minggu malam, 19 Mei.

    “Kami harus lebih fokus dan konsentrasi penuh. Pada sesi latihan tadi kami coba terapkan itu. Di setiap kesempatan juga saya selalu sampaikan ke pemain soal konsentrasi ini. Itu barangkali menu latihan hari ini,” terang pelatih berusia 60 tahun tersebut.

    Djanur menilai kesiapan mental penting untuk pertandingan kontra Kalteng Putra agar skuadnya mampu meraih hasil maksimal. Kemenangan dari partai tersebut akan meningkatkan motivasi Ruben Karel Sanadi dan kawan-kawan.

    “Saya apresiasi latihan pemain hari ini. Semangat sekali, karena mereka pasti punya tanggung jawab besok main di depan Bonek seperti apa. Kelihatan dari kemarin semangatnya untuk menatap pertandingan lawan Kalteng Putra,” tegas Djanur.

    Selain mental dan konsentrasi, Djanur juga memberikan beberapa materi latihan lain. Latihan tadi dimanfaatkan Djanur untuk melatih sistem pressing. Dia ingin bermainnya lebih ngeyel alias lebih ngotot melawan Kalteng Putra. “Kami telah melakukan analisa menghadapi Bali United bukan cara kami bermain. Adapun small game dengan empat lawan tiga tujuannya ke situ (pressing),” kata pelatih Persebaya ini.

    PERSEBAYA.ID


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.