Hengkang dari Manchester City, Vincent Kompany Tangani Anderlecht

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapten Manchester City, Vincent Kompany mengangkat trofi saat merayakan kemenangan di Piala FA setelah mengalahkan Watford di Stadion Wembley, London, 18 Mei 2019. Manchester City pun memastikan diri sebagai tim pertama dalam sejarah yang menyapu bersih semua gelar juara di Inggris, setelah sebelumnya memenangi Piala Liga Inggris dan Liga Primer Inggris. REUTERS/David Klein

    Kapten Manchester City, Vincent Kompany mengangkat trofi saat merayakan kemenangan di Piala FA setelah mengalahkan Watford di Stadion Wembley, London, 18 Mei 2019. Manchester City pun memastikan diri sebagai tim pertama dalam sejarah yang menyapu bersih semua gelar juara di Inggris, setelah sebelumnya memenangi Piala Liga Inggris dan Liga Primer Inggris. REUTERS/David Klein

    TEMPO.CO, Jakarta - Bek sekaligus kapten Manchester City, Vincent Kompany, memastikan hengkang dari klub yang dibelanya sejak 2008 itu. Dia memilih pulang kampung untuk menjadi pelatih dari klub masa kecilnya, Anderlecht.

    Kepastian Kompany menjadi manajer Anderlecht diumumkan sendiri olehnya di laman media sosial Facebook. Tak hanya manajer, dia juga akan menjadi pemain di klub asal Belgia tersebut.

    "Saya telah memutuskan untuk mengambil tantangan di RSC Anderlecht. Pemain-manajer," tulisnya dalam pengumuman itu.

    "Saya ingin berbagi pengetahuan dengan generasi ungu berikutnya. Dengan begitu saya juga akan menaruh Manchester City di hati orang-orang Belgia."

    "Ini mungkin mengejutkan anda. Ini adalah keputusan yang paling bergairah dan rasional yang pernah saya buat."

    "Sebagai pesepakbola, saya terlahir dan dibesarkan di RSC Anderlecht. Sejak usia 6 tahun, saya telah menjadi satu dengan klub itu. Memegang sejaarah 34 gelar juara liga, mereka menjadi yang kedua dari semuanya."

    Kompany menyatakan proses dirinya bergabung dengan RSC Anderlecht sudah dimulai sejak tahun lalu. Ketika sedang bersama dengan Timnas Belgia, Kompany mengaku pernah bertemu dengan pemilih klub Marc Coucke dan Direktor Olahraga Michael Verschueren.

    Dia mengaku menawarkan bantuan kepada klub itu sebelum berbicara kepada Direktur Teknik Frank Arnesen soal bagaimana membangun identitas bemain yang kuat berdasarkan sepakbola menyerang yang atraktif. Tawaran Kompany dibalas Coucke dengan tawaran menjadi pemain-manajer selama tiga tahun.

    Kompany juga menyatakan bahwa Pep Guardiola telah mengubah cara pandangnya dalam tiga tahun terakhir. Dia mengaku kembali bergairah bermain sepak bola sejak Manchester City ditangani pria asal Spanyol itu. Dia pun mengaku belajar banyak dari Guardiola dan siap menerapkannya bersama RSC Anderlecht.

    "Tuan Coucke, pemilik, bersumpah akan memberikan dukungan penuh: waktu, dana, kerangka kerja, staf, fasilitas. Saya tak hanya terkesean tetapi juga tertarik dengan sinyal kepercayaan yang mereka berikan kepada saya."

    "Itu membuat saya berpikir. Akhir musim ini tidak bisa lebih berkesan. Saya telah menjalani mimpi di sini. Saya telah belajar banyak selama 3 tahun terakhir. Dari manajer yang luar biasa. Pep Guardiola menyalakan kembali cinta saya untuk permainan. Saya Sudah menyaksikan, berpartisipasi, menganalisis, menyerap, mempelajari.

    "Man City memainkan sepakbola yang ingin saya mainkan. Ini sepakbola yang ingin saya ajarkan dan lihat dimainkan."

    Selama 11 musim bersama Manchester City, Vincent Kompany telah memenangkan hampir semua kompetisi yang mereka ikuti. Tercatat 12 trofi pernah dia berikan Untuk Manchester City, termasuk empat gelar Liga Inggris. Kompany praktis hanya belum pernah merasakan menjadi juara Liga Champions.

    SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.