Top Skor Liga 1 Pekan Pertama: 3 Pemain Asing di Puncak

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • pemain Persib Bandung Artur Gevorkyan (kedua kanan). ANTARA/M Agung Rajasa

    pemain Persib Bandung Artur Gevorkyan (kedua kanan). ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kompetisi Liga 1 pekan pertama sudah rampung digelar. Para pemain asing langsung unjuk gigi dan merebut posisi teratas daftar top skor.

    Saat ini ada tiga punggawa asing yang berada di puncak dengan sama-sama mengemas tiga gol. Mereka adalah Ciro Alves (Tira Persikabo), Beto Goncalves (Madura United), dan Artur Gevorkyan (Persib).

    Baca: Hasil Lengkap Liga 1 Pekan Pertama dan Klasemen

    Di jajaran pemain yang mencetak satu gol juga terdapat nama asing yang sudah cukup familiar, seperti Marko Simic (Persija Jakarta), Sylvano Comvalius (Arema FC), dan Aleksandar Raki (Madura United).

    Para pemain lokal yang juga sudah mampu mencetak gol antara lain Feri Pahabol (Kalteng Putra), Septian Maulana (PSIS Semarang), Mokhamad Syaifuddin (Persebaya), dan Zulham Zamrun (PSM Makassar).

    Liga 1 pekan kedua akan berlangsung mulai Selasa hari ini, menampilkan laga Bali United vs Bhayangkara FC serta Persebaya Surabaya vs Kalteng Putra.

    Top skor Liga 1

    2 gol: Ciro Alves (Tira Persikabo), Beto Goncalves (Madura United), Artur Gevorkyan (Persib).

    1 gol: Alex (Persela), Evgen Bokhashvili (PSS Sleman), Bonfim (Kalteng Putra), Sylvano Comvalius (Arema FC), Matías Conti (Borneo FC), Ramiro Fergonzi (Bhayangkara), Feri Pahabol (Kalteng Putra), Brian Ferreira (PSS Sleman), Septian Maulana (PSIS Semarang), Slamet Nurcahyono (Madura United), Greg Nwokolo (Madura United),Paulo Sérgio (Bali United), Rangga Muslim Perkasa (PSS Sleman), Aleksandar Raki (Madura United), Ilija Spasojevi (Bali United), Mokhamad Syaifuddin (Persebaya), Marko Simic (Persija), Zulham Zamrun (PSM Makassar).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.