Lawan Bali Utd Malam Ini, Bhayangkara FC Yakin Pertahankan Rekor

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dendy Sulistyawan, pemain Bhayangkara FC (liga indonesia)

    Dendy Sulistyawan, pemain Bhayangkara FC (liga indonesia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bhayangkara FC berusaha untuk mempertahankan rekor positif saat bertemu Bali United. Hal itulah yang menjadi modal berharga saat melakoni pekan kedua Shopee Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, malam ini, Selasa, 21 Mei 2019.

    Laga tersebut menjadi pertemuan kedelapan sejak 2016. Dari tujuh pertemuan, Bhayangkara FC belum menderita kekalahan. Pada pertemuan terakhir, Indra Kahfi dan kawan-kawan berhasil menang 4-1 pada ajang Piala Presiden 2019.

    Pelatih Bhayangkara FC, Angel Alfrefo Vera, mengatakan rekor itu menjadi motivasi bagi timnya. Meski begitu, pelatih asal Argentina itu yakin Bali United berusaha untuk bisa memutus rekor tersebut.

    "Saat ini rekor itu masih bertahan, tapi saya ingin pemain fokus di pertandingan, karena semua pertandingan tidaklah sama. Bali juga punya skuad berbeda. Mereka punya pelatih dan pemain baru," ujar Alfredo Vera.

    Ia pantas mewaspadai permainan Bali United. Pasalnya Serdadu Tridatu baru saja mendapat hasil positif di pekan pertama dengan mengalahkan Persebaya Surabaya.

    Ia menilai Bali United pada pekan pertama Liga 1 berbeda dengan pertemuan terakhir dengan Bhayangkara FC pada Piala Presiden 2019. Ada perbaikan dan perubahan yang dilakukan oleh pelatih Stefano Cugurra Teco dalam hal permainan.

    Tapi, Alfredo Vera berharap Bhayangkara FC bisa meneruskan rekor positif. Skuat The Guardian siap bekerja keras membawa tiga poin ke Jakarta sebagai oleh-oleh dari Pulau Dewata.

    “Waktu di Piala Presiden 2019 kami bisa menang. Semoga nangti kami juga bisa menang. Kami akan bekerja semaksimal mungkin untuk meraih kemenangan,” tuturnya.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.