PSIS Semarang Vs Persija: Harga Tiket Dinaikkan, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi suporter PSIS Semarang. (Antara)

    Aksi suporter PSIS Semarang. (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - PSIS Semarang akan menghadapi Persija Jakarta pada pekan kedua Shopee Liga 1 2019 di Stadion Moch. Soebroto Magelang, pukul 20.30 WIB malam ini, Minggu 26 Mei 2019 .

    Panitia pelaksana pertandingan PSIS Semarang menegaskan kesiapannya. “Keamanan pertandingan PSIS melawan Persija sudah disiapkan lebih ekstra. Petugas akan ditempatkan di area pintu masuk dan pintu keluar stadion. Koordinasi bersama Satlantas dan Dishub Kota Magelang nantinya untuk teman-teman The Jak dan suporter dari PSIS agar tidak satu jalur,” ujar Wakil Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan PSIS, Pujianto.

    PSIS mencetak sebanyak 13 ribu lembar tiket dan ada perubahan dalam harga tiket. Untuk tribun barat A di laga ini dijual dengan harga Rp 200 ribu, tribun barat B & C harga 175 ribu, tribun selatan harga 45 ribu dan tribun timur harga 55 ribu.

    Disinggung mengenai alasan kenaikan harga tiket, Pujianto menjelaskan pertimbangan terkait laga pertandungan antara PSIS dan  Persija membutuhkan biaya yang lebih besar.

    Kuota untuk suporter tamu disediakan 2000 lembar tiket untuk laga PSIS melawan Persija.

    “Dikarenakan kapasitas Stadion Moch Soebroto dan juga kondisi tribun bagian utara yang  belum selesai dalam proses pembangunannya, dengan tidak mengurangi rasa hormat kita kepada teman-teman The Jak, kita hanya mampu memberikan kuota 2000 lembar tiket,” jelas Pujianto.

    Para penonton dan suporter PSIS Semarang serta Persija Jakarta yang akan datang untuk menonton langsung di Stadion Moch Soebroto Magelang diimbau untuk tidak membawa minuman keras, senjata tajam, dan kembang api. Pasalnya, hal itu akan merugikan diri sendiri maupun tim kesayangannya.

    PSIS.CO.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.